Pohon Tumbang Menimpa Ibu Hamil di Situbondo, Personel Gabungan Sigap Evakuasi dalam Simulasi Bencana Hidrometeorologi

23 - Dec - 2024, 10:31

Simulasi penanganan bencana hidrometeorologi Kabupaten Situbondo, pohon tumbang karena hujan deras menimpa ibu hamil, Senin (23/12/2204). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Seorang ibu hamil tertimpa pohon tumbang sehingga mengakibatkan pendarahan hebat. Mendapatkan laporan kejadian tersebut petugas gabungan Tim Reaksi Cepat (TRC) Kabupaten Situbondo dengan sigap langsung melakukan evakuasi.

Namun jangan panik, situasi tersebut hanyalah sebuah simulasi dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Situbondo, Senin (23/12/2024). Kegiatan ini melibatkan sejumlah instansi dan organisasi kebencanaan se Situbondo.

Baca Juga : Waspada Hujan Petir, Ini Prakiraan Cuaca Jawa Timur 23 Desember 2024

Simulasi gabungan penaggulangan bencana Hidrometeorologi tersebut diikuti oleh 250 personel dari BPBD, Tagana Dinsos, Damkar, Satpol PP, TNI, POLRI, PMI, RAPI, ORARI, PPDIS, Pramuka Brigade Penolong, Staf Kecamatan Situbondo dan LPBINU Kabupaten Situbondo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Situbondo, Wawan Setiawan mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih dan memastikan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana dalam penanggulangan bencana khususnya di Kabupaten Situbondo.

"Kegiatan simulasi penanganan dan penanggulangan bencana hidrometeorologi ini sangat penting untuk dilakukan karena untuk melatih kesiapsiagaan petugas disetiap instansi serta organisasi. Selain itu untuk mengecek kondisi dan kesiapan semua sarana prasarana baik kendaraan, tenda dan lainnya," kata Wawan.

Selain itu, Sekda Wawan juga menjelaskan bahwa simulasi yang dikoordinatori oleh BPBD Kabupaten Situbondo ini dibagi menjadi 3 simulasi bencana yakni banjir, tanah longsor dan pohon tumbang. 

"Bencana yang disimulasikan antara lain banjir, tanah longsor dan pohon tumbang, termasuk juga bagaimana menangani dan mengevakuasi masyarakat yang menjadi korban dalam bencana tersebut," jelasnya.

Pantauan JATIMTIMES di lokasi, juga disimulasikan bagaimana melakukan trauma healing kepada pengungsi, penanganan terhadap korban luka serta pendirian dapur umum oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinsos Situbondo.

Baca Juga : Peringati HKN, Dinkes Sidoarjo Gelar JayandaRun 2024

Sementara itu, Misyono Koordinator Taruna Siaga Bencana yang ditugaskan untuk mendirikan dapur umum mengatakan, dalam kejadian bencana alam, selain penanganan dan evakuasi. Hal yang harus diperhatikan adalah ketersediaan kebutuhan pokok untuk pengungsi, disinilah tugas Tagana dalam mengatur logistik untuk semua orang tidak hanya pengungsi tapi juga untuk petugas.

"Simulasi ini penting untuk dilakukan rutin sebab, di Tagana sebagai yang bertanggungjawab terhadap logistik, oleh karena itu kami mendirikan dapur umum untuk memenuhi semua kebutuhan konsumsi pengungsi dan petugas," ujarnya.

Tidak hanya itu, Misyono juga menggambarkan saat Tagana Dinsos Situbondo terlibat langsung dalam bencana Erupsi Gunung Semeru beberapa tahun silam. Tagana bertugas untuk menyiapkan 1800 porsi nasi bungkus untuk sekali makan untuk pengungsi dan relawan yang terlibat.

"Saat Bencana Erupsi Gunung Semeru dulu, kami harus menyiapkan 1800 porsi nasi bungkus dalam sekali makan untuk pengungsi dan petugas yang terlibat. Selian itu Tagana dituntut untuk memikirkan menu apa yang akan dimasak, karena tidak mungkin pengungsi hanya di masakan mie instan," ujar Misyono.