JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

3 Desa di Jombang Kebanjiran Akibat Luapan Avur Watudakon, 950 Rumah Terdampak

Reporter: Adi Rosul • Editor: A Yahya
📅 9 Desember 2024, 10:38 WIB • ⏱️ 2 menit baca

JATIMTIMES - Hujan dengan intensitas tinggi selama tiga hari ini menyebabkan Sungai Avur Watudakon meluap. Akibatnya, 950 rumah di Desa Jombok, Blimbing, dan Pojokkulon, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang kebanjiran.

Supervisor Pusdalops BPBD Jombang Stevie Maria mengatakan, banjir terjadi sejak Jumat (09/12/2024). Awalnya hujan deras turun sejak pukul 15.00 WIB.

Baca Juga : Pemdes Rabasan Sampang Salurkan Bantuan Beras Tahap Akhir, KPM Ucapkan Ini

Intensitas hujan yang tinggi membuat Sungai Avur Watudakon mengalami peningkatan debit air. Sekitar pukul 20.00 WIB, Avur Watudakon tidak lagi mampu menampung debit akhir sehingga meluap ke jalan desa, persawahan, hingga ke pemukiman penduduk.

"Banjir Luapan menggenangi jalan desa, persawahan, pemukiman dan halaman rumah warga," terangnya saat dikonfirmasi wartawan, Senin (09/12/2024).

Berdasarkan data yang dirilis BPBD Jombang Senin (09/12/2024) pukul 07.30 WIB, banjir masih menggenangi 3 desa di Kecamatan Kesamben. Yakni Dusun Kampungturi, Desa Pojokkulon tinggi genangan air 15 cm, Dusun Kedondong, Desa Blimbing 30-40 cm, dan banjir di Dusun Beluk, Desa Jombok mencapai 30-80 cm.

"Di Desa Pojokkulon tren air masih stabil. Sedangkan di Desa Jombok dan Blimbing tren air cenderung naik," ucapnya.

Baca Juga : Hari Amal Bhakti, Jatimtimes Gelar Pelatihan Jurnalistik bagi Humas Madrasah di Malang Raya

Dikatakan Stevie, banjir selama tiga hari ini menyebabkan 950 rumah terdampak sehingga aktivitas warga terganggu. Akibat banjir tersebut, warga juga mengalami kesulitan air bersih dan terkendala kebutuhan makan.

"Dapur umum sudah didirikan. Kami melakukan pendistribusian nasi bungkus dan air bersih pada warga terdampak banjir luapan," pungkasnya.(*)

Topik Terkait
# banjir jombang# kabupaten jombang# sungia avur watudakon# stevie maria

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap