JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang gelar silaturrahmi dan doa bersama keluarga korban musibah tragedi Kanjuruhan bersama Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Malang Didik Gatot Subroto dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang.
Hadir lengkap jajaran Forkopimda Kabupaten Malang dalam kegiatan silaturrahmi dan doa bersama keluarga korban musibah tragedi Kanjuruhan, di antaranya Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana, Dandim 0818/Malang-Batu Letkol Inf. Yuda Sancoyo, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang Rachmat Supriady, Project Manager PT. Waskita Karya untuk Renovasi Stadion Kanjuruhan Vino Teguh Pramudya, Ketua Baznas Kabupaten Malang KH. Khoirul Hafidz Fanani, penceramah KH. Imam Ma'ruf, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Malang.
Dalam kegiatan silaturrahmi dan doa bersama ini diawali dengan pembacaan tahlil, kirim doa untuk para almarhum dan almarhumah korban musibah tragedi Kanjuruhan yang berjumlah 135 orang, dan ditutup dengan penyampaian paparan dari Plt. Bupati Malang Didik Gatot Subroto dan Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana.
Plt. Bupati Malang Didik Gatot Subroto menyampaikan rasa simpatinya atas musibah tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 yang telah meninggalkan luka begitu mendalam bagi keluarga korban, pecinta sepakbola di seluruh dunia, serta masyarakat Malang Raya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
Menurut Didik, musibah Tragedi Kanjuruhan bukan hanya menjadi ujian bagi keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk senantiasa menjaga nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan dan perdamaian.
"Dari musibah ini, kita belajar bahwa keselamatan dan kesejahteraan manusia harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan," ujar Didik, Sabtu (23/11/2024).
Pihaknya mengakui, tidak mudah untuk menyembuhkan luka yang mendalam bagi keluarga korban musibah tragedi Kanjuruhan. Namun, Pemkab Malang bersama instansi lainnya akan selalu memberikan dukungan penuh untuk keluarga korban musibah tragedi Kanjuruhan.
"Percayalah, seluruh lapisan masyarakat Malang dan Pemerintah Kabupaten Malang selalu berdiri bersama panjenengan (keluarga korban) semua, memberikan dukungan dan perhatian sepenuh hati," tutur Didik.
Mantan Ketua DPRD Kabupaten Malang itu mengatakan, akan terus menjaga komitmennya untuk terus memperjuangkan keadilan bagi keluarga korban musibah tragedi Kanjuruhan.
"Semua pihak harus bersama-sama mengambil pelajaran dari kejadian ini, memperkuat sistem pengamanan, dan menciptakan suasana olahraga yang aman, damai, penuh kegembiraan dan semoga peristiwa tidak terjadi lagi di Malang atau tempat lainnya," jelas Didik.
Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan bahwa kegiatan doa bersama ini adalah bentuk kepedulian dan solidaritas bersama sebagai satu keluarga besar masyarakat Kabupaten Malang pada khususnya dan Malang Raya secara luas.
Di awal penyampaiannya, Kholis menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh keluarga korban musibah tragedi Kanjuruhan atas peristiwa yang terjadi di tanggal 1 Oktober 2022 lalu.
"Semoga doa-doa yang kita panjatkan dapat menjadi pelipur lara dan membawa keberkahan bagi kita semua," tutup Kholis.