JATIMTIMES - Insiden yang kurang membuat nyaman pasangan calon bupati/wakil bupati Tulungagung Santoso-KH Samsul Umam (SaSa) terjadi saat penyampaian visi misi dalam debat publik kedua. Memasuki 9 detik penyampaian serius visi misi ini, mik yang digunakan calon bupati Santoso tiba-tiba mati.
Pria yang akrab disapa Kang San ini tak terima lalu menghampiri moderator karena merasa dirugikan. "Kami tadi masih mempunyai waktu nol sembilan detik, kenapa harus dimatikan ini," ujar Santoso, selesai menghampiri moderator.
Baca Juga : Jelang Masa Tenang, Ribuan Relawan Yani-Alif di Gresik Ikuti Kampanye Akbar Serentak di Seluruh Kecamatan
Bagi Santoso, waktu 9 detik sangat berharga lantaran pihaknya belum tuntas menyampaikan visi misinya. "Stop dulu, kami sangat yang sangat dirugikan karena belum menyampaikan seluruh visi misi tapi mik dimatikan," ucapnya.
Menanggapi ini, moderator kemudian memberikan kesempatan kembali untuk sembilan detik yang kemudian dibacakan KH Samsul Umam atau Gus Samsul.
Dalam penyampaiannya, paslon Sa-Sa berkomitmen untuk penyediaan fasilitas dasar, yakni infrastruktur yang bagus bagi masyarakat.
"Tema besar kita penyelesaian persoalan daerah, penyesuaian pembangunan daerah dan memperkokoh negara dan kebangsaan. Maka fasilitas dasar yakni infrastruktur harus benar-benar menjadi perhatian," kata Santoso.
Untuk itu, paslon SaSa berjanji meningkatkan kualitas jalan, memperbaiki jalan rusak, membangun jembatan baru dan membangun fasilitas lain. "Kita bangun puskesmas dan klinik di daerah terpencil," ucapnya.
Selain itu, untuk pengadaan air bersih, Kang San juga menyampaikan pentingnya memperbaiki sanitasi dan menambah fasilitas toilet umum.
Tak lupa, SaSa juga akan meningkatkan layanan akses internet di wilayah Kabubaten Tulungagung. "Untuk bidang pariwisata, kita punya wilayah lautan yang indah. Kita punya prioritas sebagaimana program Asta Cita Presiden termasuk di dalamnya kemudahan usaha, industri dan ekonomi kreatif," ungkapnya.
Penyampaian program kerja atau visi misi ini kemudian dipertajam dengan metode debat saling bertanya dan menanggapi antar-paslon satu dengan lainnya.
Sesekali, simpatisan saling adu yel yel dalam mendukung paslon yang mereka idolakan.