JATIMTIMES - Debat publik kedua Pilkada Tulungagung 2024 cukup menarik perhatian publik. Dalam debat yang diikuti oleh empat pasangan calon peserta kontestasi pilkada kali ini, penajaman tema yang disampaikan lebih ke arah janji-janji untuk melakukan perbaikan ketika terpilih.
Pasangan calon Gatut Sunu Wibowo-Ahmad Baharudin (GaBah), yang memperoleh kesempatan pertama, menyampaikan beberapa hal yang menarik dan inovatif.
Baca Juga : 10 Ide Suvenir Seminar untuk Meningkatkan Kepuasan Peserta
Gatut Sunu Wibowo yang merupakan calon bupati dan wakil bupati pertahana menyampaikan, jika diberi amanah GaBah akan menjanjikan perbaikan infrastruktur. Menurut dia, pambangunan akan berjalan dengan baik jika infrastrukturnya memadai.
"Dengan baiknya infrastruktur, akan memberikan akses pembangunan dan bermuara pada kesejahteraan rakyat," kata cabup yang akrab dipanggil GS ini, Jumat (22/11/2024) malam.
Untuk itu, GaBah bertekad jalan rusak berat menjadi prioritas pembangunan jika nomor 01 terpilih pada Pilkada 2024 ini.
Hal ini dapat dilakukan dengan menambah anggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan dan irigasi. "Jalan mulus adalah tradisi cabang nomor satu," ujarnya.
Selain itu, paslon ini menjanjikan Tulungagung ke depan menjadi bersih dan tetap mendapatkan penghargaan Adipura.
Sementara itu, Ahmad Baharudin -calon wakil bupati Tulungagung pasangan GS menyambung, geo-smart akan dihadirkan untuk memudahkan pelayanan lebih cepat dan efisien.
"Geo-smart ini akan dioperasikan tim, untuk memberikan layanan publik secara digital. Ini akan memberikan layanan cepat, mudah dan efisien," jelasnya.
Baca Juga : Beredar Selebaran yang Membuat Resah Warga Jember Jelang Pilkada, Anggota Dewan Langsung Sidak Lokasi
Selanjutnya, dalam debat publik ini GaBah dan paslon lain saling mengajukan pertanyaan dan tanggapan terkait penajaman tema yang disampaikan.
Dalam sambutannya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulungagung M. Luthfi Burhani mengatakan debat publik merupakan sarana bagi paslon untuk menyampaikan program kerja dan visi misi.
"Debat publik ini sebagai sarana pasanvan calon untuk menyampaikan program kerja, visi misinya," kata Burhani.
Lanjutnya, dengan program dan visi misi ini diharapkan masyarakat Tulungagung sebagai pemilih memahaminya dan mampu menentukan pilihan.