JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

LSI Strategi Bantah Datanya Digunakan jadi Klaim Keunggulan Paslon Abadi: Bukan Survei Kami

Reporter: Riski Wijaya • Editor: Sri Kurnia Mahiruni
📅 19 November 2024, 21:12 WIB • ⏱️ 4 menit baca

JATIMTIMES - Klaim keunggulan yang dilakukan oleh tim pemenangan pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang nomor urut 3, Mochammad Anton dan Dimyati Ayatulloh berbuntut panjang. Keunggulan elektabilitas tersebut diklaim didapat dari hasil survei dari LSI Strategi.

Mengutip sejumlah sumber, berdasarkan hasil survei LSI Strategi, paslon nomor urut 3 berjuluk Abadi ini memiliki keunggulan elektabilitas dari dua paslon lain. Dimana tingkat elektabilitasnya sebesar 43,8 persen.

Baca Juga : Manfaatkan Tren Positif, Arema FC Siap Hadapi Madura United

Angka tersebut terpaut sekitar 18 persen dari paslon nomor urut 1, Wahyu Hidayat dan Ali Muthohirin sebesar 26 persen. Sedangkan paslon nomor urut 2 Heri Cahyono dan Ganis Rumpoko mendapat 9,6 persen.

Namun ternyata, hasil survei tersebut dibantah oleh pihak LSI Strategi. Hal itu disampaikan melalui pernyataan resmi secara tertulis oleh pihak LSI Strategi. Melalui penelitinya, LSI Strategi hasil survey yang digunakan sebagai dasar klaim keunggulan Paslon Abadi itu bukan survei nya.

"Perlu kami klarifikasi, bahwa data survei yang beredar di jejaring media sosial dan sejumlah media massa di Kota Malang yang mengatasnamakan LSI Strategi BUKAN merupakan data hasil survei yang kami lakukan," ujar peneliti LSI Strategi Rijal Asnawi melalui pernyataan resminya, Selasa (19/11/2024).

Dalam hal ini, pihaknya menduga ada oknum dari salah satu pasangan calon yang berkontestasi di Pilkada Kota Malang melakukan rekayasa atas laporan hasil survei yang dilakukan oleh LSI Strategi. Terlebih hal itu dilakukan dengan mengubah angka atau hasil survei dengan tanpa sepengetahuan dan sepersetujuan LSI Strategi.

"Bahwa data survei yang diubah tersebut tentunya telah mengubah originalitas atas data hasil survei yang sebenarnya dan mencederai kaidah ilmiah dan akademis yang harus dikedepankan oleh lembaga survei/ riset," terangnya.

Pihaknya pun merasa bahwa data survei yang direkayasa untuk kepentingan tersebut sangat merugikan citra dan nama baik LSI Strategi. Terlebih hal itu juga disebarluaskan tanpa persetujuan LSI Strategi. 

"Atas situasi tersebut, LSI Strategi mempertimbangkan opsi untuk menempuh jalur hukum. Sebab hal tersebut masuk dalam pasal 390 KUHP," imbuhnya.

Dimana dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa Menyebarkan berita bohong dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dapat dikenakan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

Baca Juga : Update, Polisi Tangkap 2 Tersangka Baru Kasus Carok di Sampang

Serta Pasal 28 Jo Pasal 45A UU 1/2024 sebagai perubahan kedua UU ITE sebagai berikut. Yang berbunyi Setiap orang yang dengan sengaja mendistribusikan dan/atau mentranmisikan informasi dan/atau dokumen elektronik yang berisi pemberitahuan bohong atau informasi menyesatkan yang mengakibatkan kerugian meteril bagi konsumen dalam transaksi elektronik sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 Miliar.

Sementara itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh LSI Strategi, memiliki hasil yang berbeda. Berikut hasil Survei LSI Strategi pada periode 06-12 November 2024, dengan metode multistage random sampling melalui wawancara langsung terhadap responden, dengan jumlah 800 responden dan tingkat kepercayaan 95%, dengan margin of error +- 3,5%
1. Posisi pasangan calon dengan pertanyaan terbuka (Top of Mind) 
posisinya adalah: Wahyu Hidayat–Ali Muthohirin (29,7%), Heri Cahyono–Ganisa Rumpoko (9,5%), Mochamad Anton–Dimyati (29,3%), jawaban lainnya (0,6%) dan yang merahasiakan/BM/Tidak tahu/Tidak Jawab sebesar (30,9%)

2. Posisi pasangan calon dengan pertanyaan tertutup, posisinya adalah: Wahyu Hidayat–Ali Muthohirin (34,5%), Heri Cahyono–Ganisa Rumpoko (10,8%), Mochamad Anton–Dimyati (34,9%), dan yang Merahasiakan/Belum Memutuskan/Tidak tahu/Tidak Jawab sebesar (19,8%)

3. Posisi pemilih militan dari ketiga pasangan calon sebagai berikut : 
Wahyu Hidayat–Ali Muthohirin (23,4%), Heri Cahyono–Ganisa Rumpoko (7,3%), Mochamad Anton–Dimyati (25,4%), dan yang Merahasiakan/Belum Memutuskan/Tidak tahu/Tidak Jawab sebesar (43,9%)

4. Simulasi Surat Suara dari ketiga pasangan calon, hasilnya sebagai berikut: Wahyu Hidayat–Ali Muthohirin (33,3%), HeriCahyono–Ganisa Rumpoko (11,6%), Mochamad Anton–Dimyati (33,3%), Suara tidak sah (1,5%) dan yang Merahasiakan Belum Memutuskan/Tidak tahu/Tidak Jawab sebesar (20,3%).

Topik Terkait
# Pilkada Kota Malang# Abah Anton# pilkada# Kota Malang# survei pilkada# LSI Strategi

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap