JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Pesantren Mandiri, Santri Berprestasi: Program Unggulan Abdul Ghoni untuk Kabupaten Blitar

Reporter: Aunur Rofiq • Editor: Yunan Helmy
📅 18 November 2024, 13:31 WIB • ⏱️ 4 menit baca

JATIMTIMES– Kabupaten Blitar dikenal sebagai salah satu daerah dengan banyak pesantren yang memiliki sejarah panjang dalam mendukung pendidikan, perubahan sosial, dan kemajuan masyarakat. Sejak dahulu, pesantren menjadi pusat pembelajaran sekaligus penggerak perubahan di berbagai bidang, baik agama, budaya, maupun ekonomi.

Abdul Ghoni, calon wakil bupati Blitar, tumbuh dan besar dalam lingkungan pesantren. Sebagai seorang santri, ia dikenal memiliki hubungan yang erat dengan para kiai dan alim ulama. Mengaji bukan sekadar kewajiban baginya, tetapi telah menjadi bagian dari kesehariannya. 

Baca Juga : Pjs Bupati Blitar: Linmas Garda Depan Pilkada 2024 yang Aman dan Sukses

Tak pernah melupakan akar santrinya, Ghoni kini menggagas berbagai program khusus untuk pesantren dan santri di Kabupaten Blitar, sebagai upaya nyata mendukung perkembangan lembaga tersebut.

“Pesantren memiliki peran besar dalam masyarakat kita, dan kita harus memberikan perhatian lebih kepada mereka,” ungkap Ghoni saat ditemui di sela-sela kegiatannya, Senin (18/11/2024).

Ia menyebutkan, program yang ia tawarkan berfokus pada pengembangan ekonomi pesantren melalui berbagai insentif. Langkah ini, menurut dia, dapat membantu pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga mandiri secara finansial.

Ghoni juga menyoroti pentingnya membangun skema kemandirian lembaga untuk pesantren dan madrasah diniyah (madin). Ia menekankan, kemandirian adalah kunci agar lembaga-lembaga pendidikan berbasis agama tersebut dapat terus berkembang tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan eksternal. Dalam rencananya, ia ingin mendesain program yang mampu membantu pesantren memanfaatkan potensi lokal untuk menghasilkan pendapatan mandiri.

“Pesantren bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal, baik melalui pengembangan produk unggulan maupun sektor usaha lainnya. Kami ingin mendorong hal ini melalui program Sabtripreneur,” jelas Ghoni.

Sabtripreneur, sambung dia, adalah inisiatif yang dirancang untuk mencetak wirausahawan dari kalangan santri. Santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga dibekali keterampilan dan pengetahuan bisnis yang dapat digunakan untuk membangun usaha di masa depan.

Selain itu, Ghoni menyebutkan bahwa beasiswa untuk santri menjadi salah satu prioritas programnya. Ia menegaskan pentingnya memberikan akses pendidikan yang lebih luas kepada santri, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. “Beasiswa ini bukan hanya untuk pendidikan agama, tetapi juga pendidikan formal yang mendukung perkembangan potensi santri,” paparnya.

Program-program tersebut, menurut Ghoni, telah menjadi bagian dari visi besar yang ia tawarkan untuk kemajuan pesantren di Blitar. Ia yakin bahwa pesantren tidak hanya dapat mencetak generasi yang unggul dalam bidang agama, tetapi juga mampu berkontribusi secara nyata dalam membangun masyarakat.

Para kiai dan alim ulama di Kabupaten Blitar menyambut baik inisiatif ini. Mereka berharap program-program tersebut dapat segera diwujudkan dan memberikan dampak positif bagi pesantren dan santri. Salah seorang kiai di Blitar menyatakan bahwa program semacam ini sudah lama dinantikan oleh kalangan pesantren.

Baca Juga : Dorong Potensi Susu Sapi Peternakan Modern, Krisdayanti-Dewa Janjikan Internet Gratis untuk Pemasaran Online

“Dengan adanya dukungan seperti ini, pesantren bisa lebih mandiri dan santri juga semakin termotivasi untuk belajar,” ujar salah satu pengasuh pesantren yang enggan disebutkan namanya.

Tidak hanya itu, masyarakat umum juga mulai memberikan perhatian pada gagasan Abdul Ghoni. Mereka melihatnya sebagai calon pemimpin yang memahami kebutuhan pesantren dan berkomitmen untuk memberikan solusi nyata. Dengan program yang menyasar langsung pada pengembangan pesantren, banyak yang optimis bahwa langkah ini dapat membawa perubahan besar bagi pendidikan berbasis agama di Kabupaten Blitar.

Sebagai seorang santri yang kini menjadi calon pemimpin daerah, Abdul Ghoni berkomitmen untuk terus mendengarkan aspirasi dari para kiai, santri, dan masyarakat umum. Ia percaya bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan pesantren akan menghasilkan perubahan yang lebih signifikan dan berkelanjutan.

"Pesantren adalah pilar utama dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berdaya saing. Kami berkomitmen untuk terus mendukung pesantren, baik melalui peningkatan ekonomi mandiri maupun pengembangan kapasitas santri. Dengan kerja sama yang erat antara pemerintah, kiai, dan masyarakat, kita bisa membawa perubahan positif bagi Blitar," tegas Abdul Ghoni.

 

Program pengembangan pesantren yang dirancang Abdul Ghoni menunjukkan bagaimana tradisi lama dapat diselaraskan dengan kebutuhan modern. Dengan langkah konkret seperti pemberian insentif, skema kemandirian lembaga, Sabtripreneur, dan beasiswa, ia menawarkan harapan baru bagi pesantren di Blitar. Tidak hanya sebagai pusat pendidikan agama, pesantren juga berpotensi menjadi pusat ekonomi dan inovasi yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.

 

Topik Terkait
# Pilkada Kabupaten Blitar# santri berprestasi# pesantren mandiri# Blitar

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap