JATIMTIMES - Jember kembali digoyang aksi demo dalam dua hari. Kemarin Rabu 13 November 2024 sekitar 600 orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pemilu Jurdil (AMP2J) menggelar aksi demo menuntut pemecatan anggota penyelenggara pemilu yang terindikasi tidak netral.
Kali ini aksi demo yang digelar pada hari Kamis (14/11/2024) diikut oleh sekitar 100 an orang dengan mengatasnamakan Forum Aktivis Demokrasi, mendatangi gedung DPRD Jember yang dikoordinir oleh Nurudin.
Baca Juga : Bukan Avanger, Indonesia Punya Pasukan Rahasia Indigo?
Kedatangan peserta aksi ini, ditemui oleh Pansus Pilkada DPRD Jember, di depan Pansus, Nurudin mendesak, agar Pansus Pilkada segera memanggil Muhammad Fawait atau Gus Fawait, atas pidatonya saat peringatan hari santri.
Dimana pidato calon Bupati nomor urut 02 tersebut, dianggap memprovokasi santri.
"Dalam pidato yang telah viral berkenaan dengan mengungkit-ungkit G30S-PKI, Hal ini berpotensi bisa memprovokasi para santri, kami minta agar Pansus segera memanggil Muhammad Fawait, jika dalam waktu 3 hari tidak ada tindakan, maka kami akan mengerahkan massa yang lebih besar," ancam Nurudin.
Namun, tuntutan peserta aksi saat di hadapan Pansus, terkait dengan tudingan pidato Gus Fawait, langsung dimentahkan oleh anggota Pansus Pilkada dari Fraksi Golkar Muhammad Ahmad Birbik Munajil Hayat. SE atau biasa disapa Gus Birbik.
Menurut pria yang juga keponakan dari Gus Firjaun, apa yang disampaikan oleh peserta aksi, terlalu berlebihan, dimana tuduhan terhadap pidato Gus Fawait, yang menyebut Gus Firjaun sebagai turunan PKI, tidak ada.
"Saya keponakan dari Gus Firjaun, ibu saya Sulung dari Mbah Ahmad Sidik, terkait pidato Gus Fawait saat refleksi hari santri, saya ada di lokasi bersama dengan Gus Zidni, dan pidato yang menyinggung Gus Firjaun itu tidak ada," ujar Gus Birbik.
Bahkan terkait pidato Gus Fawait tersebut, pihaknya bersama keluarga Bani Sidik sudah melakukan rapat bersama, termasuk dengan Gus Firjaun, bahwa dalam pidatonya Gus Fawait tidak menyinggung sama sekali tentang nasab pasangan Hendy Siswanto tersebut.
"Kami di internal keluarga, ada Gus Baiqun juga, termasuk dengan Gus Firjaun, sudah mempelajari pidato itu, dan tidak ada yang menyinggung nasab Mbah Yai Sidiq, jadi kalau ini dibawa ke ranah politik, menurut kami sebagai cucu dari Mbah Yai Sidiq, terlalu naif," ujarnya.
Melihat kondisi Pilkada di Jember yang kian memanas, Gus Birbik mengajak semua pihak untuk meneladani sikap tenang dan bijak yang ditunjukkan Gus Firjaun dalam menghadapi isu tersebut.
Baca Juga : Tiktoker yang Sebut Roy Suryo Dalang Akun Kaskus Fufufafa Minta Maaf, Netizen Tuntut Proses Hukum
"Kalau mengaku santri, mari mencontoh beliau dengan cara yang dingin dan kepala dingin," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan politik dalam keluarga tidak menghalangi mereka untuk bersatu dan tetap fokus pada kepentingan masyarakat.
Terkait masalah Pansus yang sempat menjadi perhatian publik, Gus Birbik menegaskan sikap netral dan profesional. "Kami akan tetap netral dan profesional. Apapun yang menjadi aduan, akan kami tindak lanjuti sesuai aturan," tegasnya.
Gus Birbik juga menyerukan agar Pilkada Jember benar-benar menjadi ajang untuk memilih pemimpin berdasarkan aspirasi masyarakat, bukan karena pesanan partai atau individu tertentu.
"Siapapun yang terpilih nanti, mari kita hormati dan dukung demi kemajuan Jember. Fokus kita seharusnya pada kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Pernyataan Gus Birbik ini diharapkan dapat meredam isu-isu liar dan mengarahkan perhatian publik pada agenda yang lebih konstruktif menjelang Pilkada Jember. (*)