JATIMTIMES - Dalam setiap agenda kampanye, Abah Anton selalu menegaskan, bahwa ketika terpilih menjadi Wali Kota Malang nantinya, ia tak akan mengambil gaji sebagai Wali Kota Malang. Hal ini menjadi wujud komitmen Paslon Abadi dalam mengabdi dan memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat.
"Saya tidak akan mengambil gaji saya, ketika nantinya terpilih. Semua kita kembalikan kepada masyarakat," katanya saat agenda kampanye di Jalan Kaliurang, Rabu (6/11/2024).
Gaji tersebut nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam berbagai wujud yang tentunya bermanfaat, baik kegiatan sosial maupun bantuan sembako untuk masyarakat. Di sisi lain, paslon lainnya nampaknya berbeda dengan Abah Anton. Belum terdengar pernyataan yang tegas dan berani dalam agenda kampanye yang menyatakan bahwa tak akan mengambil gaji sebagai wali kota.
"Calon lain apa ada yang tegas menyatakan hal ini?" ungkap Abah Anton dalam beberapa agenda kampanye.
Terlebih, adanya berbagai gerakan yang dilakukan paslon lain dengan gerakan bagi sembako dan lain-lain, tentunya memakan cost yang tinggi. Hal ini tentu berpotensi, dimana dalam masa kepemimpinan jika terpilih akan berujung pada upaya pengembalian modal kampanye.
"Apalagi calon-calon itu dulu sudah pernah datang ke Abah Anton dan menyampaikan visi-misinya yang tidak sama dengan Abah Anton," jelasnya.
Baca Juga : Debat Transparansi Anggaran Kota Blitar, Mas Ibin-Mbak Elim Pukau Pengamat
Untuk itu, Abah Anton kembali mengimbau kepada masyarakat agar memilih calon pemimpin yang benar-benar dan berniat untuk membangun Kota Malang lebih maju dan bermartabat.
"Pilihlah pemimpin yang telah selesai dan cukup dengan hidupnya. Jangan cari pemimpin yang mencari pekerjaan, cari pemimpin yang berniat ibadah untuk membangun Kota Malang," pungkasnya.