JATIMTIMES - Calon Bupati (Cabup) Malang HM. Sanusi bertekat meningkatkan iklim investasi di Kabupaten Malang. Upaya tersebut diwujudkan dengan memberikan akses dan kemudahan pengajuan perizinan.
"Kami pelancar, (perizinan) tidak kami persulit," ungkap politisi yang karib disapa Abah Sanusi ini, saat ditemui awak media di sela agenda kampanye di sejumlah pabrik rokok pada Jumat (1/11/2024).
Baca Juga : Program Jatim Puspa Dongkrak Pendapatan Masyarakat Miskin di 613 Desa
Sekedar informasi, pada Jumat (1/11/2024), Abah Sanusi diagendakan berkunjung ke dua pabrik rokok yang ada di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Yakni Pabrik Rokok Penamas dan Karyamega Putra Mandiri.
Dari agenda tersebut, sang incumbent berkesempatan bertemu tatap muka dengan ribuan pekerja termasuk pengelola pabrik rokok. Momen itulah yang dimanfaatkan Abah Sanusi untuk menyerap aspirasi dari masyarakat. Di mana, salah satu aspirasi yang disampaikan adalah seputar perizinan investasi.
"Di Kabupaten Malang ini untuk berinvestasi kalau persyaratan lengkap di MPP (Mal Pelayanan Publik) itu satu minggu sudah selesai," ujar Abah Sanusi.
Keberadaan MPP tersebut telah beroperasi saat Abah Sanusi menjabat sebagai Bupati Malang di periode 2020-2024. Pada MPP tersebut terdapat beberapa fasilitas dan layanan seputar perizinan. Alhasil, bisa diselesaikan dalam satu tempat sehingga lebih efisien dan efektif.
"Tidak ada yang lama-lama di Kabupaten Malang dan tanpa biaya selain yang telah ditentukan oleh negara," pungkas Abah Sanusi.
Baca Juga : Kampanye di Trenggalek, Cagub Khofifah Malah Didampingi Ketua PDIP, Gak Bahaya Tah?
Trobosan Abah Sanusi tersebut menuai beragam apresiasi dari sejumlah pihak. Tanpa terkecuali apresiasi yang disampaikan oleh Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
"Saya mengenal beliau (Sanusi) kinerjanya luar biasa. Investasi ke (Kabupaten) Malang luar biasa, jadi kesuksesan ini Insyaallah akan memberikan penguatan pada peran Kabupaten Malang ke depan yang lebih signifikan lagi," ujar Khofifah yang kini mengemban amanah sebagai Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ini.