BPJamsostek Banyuwangi Gelar Sosialisasi Program Jaminan Sosial untuk Pekerja Informal
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Dede Nana
29 - Oct - 2024, 12:09
JATIMTIMES - BPJamsostek Kantor Cabang Banyuwangi kembali mengadakan sosialisasi program jaminan sosial bagi pekerja informal atau dikenal sebagai Bukan Penerima Upah (BPU). Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan manfaat yang bisa diperoleh dari program BPJS Ketenagakerjaan khusus bagi pekerja mandiri seperti tukang ojek, pedagang sayur, sopir angkot, dan buruh angkut pasar, yang biasanya tidak mendapatkan perlindungan sosial formal dari pemberi kerja.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Banyuwangi, Ocky Olivia, menjelaskan bahwa program ini mencakup tiga jenis jaminan bagi pekerja BPU, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), serta Jaminan Hari Tua (JHT). “Program BPU ini difokuskan untuk melindungi pekerja informal yang rentan, seperti tukang ojek, pekerja bangunan, pedagang kecil, dan berbagai profesi lainnya yang sifatnya mandiri,” ujar Ocky dalam keterangannya, Selasa (29/10/2024).
Baca Juga : Cagub Risma Soroti Ragam Persoalan di Jatim, dari Kekeringan hingga Pendidikan
Lebih lanjut, Ocky menyatakan bahwa melalui program ini, BPJS Ketenagakerjaan berusaha memberikan rasa aman bagi pekerja informal yang berisiko tinggi mengalami kecelakaan saat bekerja. "Jika peserta mengalami kecelakaan kerja, mereka berhak mendapatkan perawatan medis tanpa batas biaya dan kompensasi pengganti penghasilan yang hilang. Ada juga santunan kematian bagi keluarga peserta jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Selain manfaat jaminan kecelakaan dan kematian, pekerja informal yang tergabung dalam program ini juga dapat mengakses Jaminan Hari Tua (JHT) sebagai simpanan jangka panjang. Ocky menjelaskan bahwa meskipun pekerja informal tidak mendapatkan Jaminan Pensiun (JP) atau Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) seperti pekerja formal, JHT tetap bisa menjadi dana simpanan bagi peserta untuk masa depan.
Ocky juga menambahkan bahwa BPJamsostek Banyuwangi berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan sosial melalui sosialisasi ini. "Kami berharap, semakin banyak masyarakat yang mengetahui manfaat dari program ini dan akhirnya bergabung. Dengan begitu, mereka bisa merasakan perlindungan jaminan sosial yang sesuai dengan kebutuhan mereka," katanya.
Program BPU BPJS Ketenagakerjaan ini dirancang agar para pekerja informal dapat terlindungi dari risiko-risiko dalam pekerjaan mereka sehari-hari. Salah satu manfaat tambahan yang juga diungkapkan oleh Ocky adalah beasiswa pendidikan bagi anak peserta yang memenuhi syarat. "Anak-anak peserta yang memenuhi ketentuan akan mendapatkan beasiswa pendidikan, sehingga mereka bisa terus melanjutkan pendidikan meskipun orang tuanya mungkin mengalami musibah,” ungkapnya.
Dengan adanya sosialisasi ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap pekerja informal yang sebelumnya tidak terjangkau program jaminan sosial pemerintah kini dapat ikut serta dan merasakan manfaatnya. Sosialisasi tersebut diikuti dengan antusias oleh para pekerja mandiri, yang mengaku baru mengetahui berbagai perlindungan yang dapat mereka akses melalui program BPJamsostek BPU ini.
Salah seorang peserta sosialisasi, seorang buruh angkut pasar yang turut hadir dalam acara tersebut, mengaku senang mendengar bahwa ada program perlindungan yang bisa diikuti tanpa harus menjadi pekerja formal. "Ini sangat membantu, terutama untuk kami yang tidak punya pekerjaan tetap. Dengan ikut BPJS ini, saya jadi merasa lebih aman karena ada yang bantu kalau sampai terjadi apa-apa," ungkapnya dengan wajah lega.
Baca Juga : Cabor Atletik Banyuwangi Percayakan Pada Pelatih Muda untuk Tangani Atlet di Popda XIV Jatim 2024
Ocky menutup acara sosialisasi dengan harapan agar program ini semakin diterima oleh masyarakat. Ia menekankan pentingnya jaminan sosial bagi setiap pekerja, terlepas dari apakah mereka bekerja di sektor formal atau informal. "Kami akan terus mengedukasi masyarakat agar lebih memahami betapa pentingnya perlindungan jaminan sosial ini untuk kelangsungan hidup mereka dan keluarga," tutup Ocky.
Sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk meningkatkan partisipasi pekerja informal di Banyuwangi dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Dengan lebih banyak pekerja informal yang terlindungi, BPJamsostek berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan dan keamanan bagi seluruh pekerja di Indonesia.
