Pelantikan Prabowo Gibran Akan Diisi 'Sound Horeg' dari Jatim, Ini Asal Usulnya
Reporter
Mutmainah J
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
19 - Oct - 2024, 08:42
JATIMTIMES - Pesta rakyat pelantikan Presiden dan Wakil Preside Terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Minggu (20/10/2024) disebut bakal dimeriahkan juga dengan sound Horeg yang akan didatangkan dari Jawa Timur.
Bahkan, mobil truk yang membawa sound telah bergerak dari Jawa Timur menuju Jakarta dan akan meramaikan pelantikan besok.
Baca Juga : Napak Tilas Running Festival 2024 Sukses Digelar: Menyusuri Sejarah dan Keindahan Alam Magetan
Momen mobil truk yang membawa sound horeg tersebut dibagikan oleh akun Instagram @lambe_turah.
Dalam momen tersebut, terlihat beberapa truk mobil yang mengangkut sound horeg berjalan menuju Jakarta.
Adanya sound horeg di pelantikan Presiden 2024 ini menimbulkan tanda tanya. Sebab beberapa orang bertanya-tanya apa sound horeg itu.
Apa Itu Sound Horeg?
Menurut Kamus Bahasa Jawa-Indonesia (KBJI) oleh Kemendikbud, kata horeg memiliki arti bergerak atau bergetar. Sementara itu, dikatakan dalam jurnal 'Jogja Horeg Proses Penciptaan Komposisi Berdasarkan Penerapan Improvisasi Tekstural Pada Gaya Musik Free Jazz' karya Harly Yoga Pradana, horeg merupakan sebuah istilah yang berasal dari bahasa Jawa kuno. Istilah horeg memiliki arti gempa atau berguncang.
Adapun pengertian sound horeg secara rinci telah dijelaskan dalam sebuah jurnal 'Analisis Hukum Terhadap Penggunaan Sound System yang Melebihi Batas (Sound Horeg) (Studi Kasus Wilayah Hukum Kecamatan Karangploso)' karya Sinta Della Lesgasevia bahwa sound horeg merupakan sebuah fenomena yang berkembang di kalangan masyarakat dengan memanfaatkan alat penghasil suara dengan volume yang cenderung tinggi.
Namun, pada awalnya sound horeg merujuk pada penggunaan secara meluas. Sebut saja digunakan untuk acara-acara besar dalam memutarkan musik, memberikan pengumuman, hingga kegiatan keagamaan maupun kampanye. Meskipun awalnya digunakan untuk memudahkan masyarakat, tetapi seiring berjalannya waktu penggunaan sound horeg justru mengalami perubahan. Dikatakan bahwa penggunaannya kini semakin sulit dikendalikan hingga memberikan dampak yang kurang baik bagi masyarakat sekitar, terutama yang berkaitan dengan ketertiban umum.
Hal tersebut dikarenakan sound horeg yang digunakan saat ini cenderung memicu kebisingan hingga penggunaannya dilakukan di waktu yang tidak tepat. Bahkan tidak jarang, sound horeg mampu memicu konflik tertentu di tengah-tengah masyarakat yang merasakan dampak dari suara yang dihasilkannya.
Asal-usul Sound Horeg
Lantas sejak kapan sound horeg ini mulai digunakan oleh masyarakat? Belum ada informasi yang menyatakan tentang waktu atau tahun pasti tradisi sound horeg mulai diperkenalkan kepada masyarakat. Namun demikian, ternyata sound horeg yang menampilkan sebuah tren adu sound menggunakan sound system belum lama muncul.
Seperti dikatakan dalam jurnal 'Perkembangan Sound System sebagai Budaya dan Kompetisi Sosial di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Banyuwangi' karya Allya Salsa Bilatul Kh, dkk., dikatakan bahwa terdapat persaingan penggunaan sound system atau adu sound yang dilakukan oleh sebagian masyarakat di berbagai wilayah Pulau Jawa. Bahkan ada sebuah istilah masyarakat horeg yang merujuk pada kalangan orang-orang yang kerap menggunakan sound besar dengan getaran yang mampu dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya.
Terkait dengan adu sound telah ada sejak beberapa tahun belakangan. Adu sound sendiri telah menjadi sebuah tren yang berkembang di wilayah Banyuwangi, Sidoarjo, Malang, Surabaya, hingga beberapa wilayah lain yang ada di Pulau Jawa.
Baca Juga : Sejarah Tanggal Pelantikan Presiden dan Wapres Indonesia yang Digelar Setiap 20 Oktober
Meskipun awalnya adu sound ini berkaitan dengan penggunaan sound system untuk diperdengarkan menjelang takbiran Idul Adha dan Idul Fitri, tetapi seiring berjalannya waktu terdapat karnaval yang juga kerap dilakukan. Sebut saja di Malang, Blitar, Kediri, Tulungagung, hingga beberapa wilayah yang lain. Karnaval sound ini bahkan menggunakan sound besar yang memiliki kualitas.
Dampak Sound Horeg
Ada dampak Positif dan Negatif dalam penggunaan Sound Horeg, diantaranya :
Positif :
• Dapat meriahkan suasana: Sound horeg dapat membuat suasana acara menjadi lebih meriah dan semarak.
• Ekspresi diri: Bagi sebagian orang, sound horeg menjadi cara untuk mengekspresikan diri dan identitas kelompok
Negatif :
• Gangguan lingkungan: Suara bising yang dihasilkan dapat mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.
• Kerusakan properti: Getaran yang kuat dari sound horeg dapat merusak bangunan atau properti lainnya.
• Masalah kesehatan: Paparan suara bising dalam waktu yang lama dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan pendengaran.
