Tak Banyak yang Tahu: Beruang Kutub Rupanya Bukan Berwarna Putih
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
26 - Aug - 2024, 12:04
JATIMTIMES - Selama ini, kita mengenal beruang kutub sebagai hewan yang berwarna putih. Namun, ternyata warna bulu mereka tidak sesederhana yang kita bayangkan. Faktanya, beberapa foto beruang kutub menunjukkan variasi warna yang tidak biasa, seperti kuning dan hijau. Jadi, sebenarnya apa warna asli bulu beruang kutub?
Asta Ibrahim, Seleb Tweet yang suka berbagi informasi tentang satwa menjelaskan bahwa kulit beruang kutub rupanya berwarna hitam. Warna hitam pada kulit ini bisa dilihat jelas dari warna hidung mereka yang juga berwarna hitam.
Baca Juga : PKS Resmi Serahkan Rekomendasi untuk Gunawan-Umar Usman di Pilkada Kabupaten Malang 2024
Selain itu, beruang kutub memiliki lapisan lemak tebal di bawah kulitnya, yang berfungsi sebagai insulasi untuk menjaga tubuh tetap hangat. Lapisan lemak ini sangat penting bagi mereka, terutama ketika berenang dan bertahan hidup di suhu dingin ekstrem di wilayah Arktik.
Salah satu fakta paling menarik tentang beruang kutub adalah bulunya yang terlihat putih sebenarnya tidak mengandung pigmen putih sama sekali. Bulu mereka sebenarnya transparan, tidak berwarna. Warna putih yang terlihat oleh mata dihasilkan dari refleksi cahaya yang memantul kembali dari permukaan bulu. Proses ini membantu beruang kutub untuk tetap tersamar di lingkungan bersalju.
Keunikan lain dari bulu beruang kutub adalah bahwa setiap helai bulunya berongga. Rongga ini memungkinkan cahaya tersebar dengan cara berbeda tergantung pada cuaca dan waktu. Pada kondisi mendung, bulu mereka bisa tampak abu-abu, sementara saat matahari terbenam, bulunya mungkin terlihat merah muda atau merah. Jika bulu mereka kotor, warna rambut transparan ini juga bisa berubah, membantu mereka berkamuflase di lingkungan sekitarnya.
Warna kuning pada bulu beruang kutub biasanya muncul ketika mereka sering mengonsumsi anjing laut. Minyak yang ada dalam tubuh anjing laut dapat memengaruhi warna bulu beruang kutub, mengubahnya menjadi kekuningan. Jadi, warna kuning bukan karena efek lingkungan sekitar, melainkan akibat pola makan mereka.
Pada tahun 1970-an, para ilmuwan menemukan kasus menarik pada beberapa beruang kutub di kebun binatang yang bulunya berubah menjadi hijau. Warna hijau ini disebabkan oleh alga yang hidup di dalam rongga bulu mereka.
Uniknya, alga ini tidak tumbuh di permukaan bulu, melainkan di dalam rongga bulu yang hangat dan lembap, terutama pada beruang kutub yang hidup di iklim tropis. Fenomena ini terjadi sebagai hasil dari simbiosis komensalisme, di mana alga dapat hidup tanpa memengaruhi atau merugikan beruang.
Selain bulu yang unik, beruang kutub memiliki banyak adaptasi fisik yang membantu mereka bertahan hidup di lingkungan yang keras, sebagaimana melansir laman resmi National Wildlife Federation (NWF). Lapisan lemak tebal, kaki yang besar dan berselaput, serta bulu yang mampu memantulkan cahaya hanyalah beberapa contoh dari evolusi menakjubkan beruang kutub.
Selain itu, mereka adalah karnivora terbesar di darat dan pemangsa utama di ekosistem Arktik, dengan anjing laut sebagai makanan utamanya.
Baca Juga : Daftar Obat-obatan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan dengan Teh Hijau
Beruang kutub berkembang biak pada akhir musim semi, namun tidak langsung hamil. Embrio baru akan berkembang setelah musim gugur melalui proses yang disebut implantasi tertunda, yang memungkinkan betina menilai kondisi fisiknya sebelum memulai kehamilan.
Masa kehamilan yang sebenarnya berlangsung sekitar 60 hari. Betina yang sedang hamil akan menggali sarang salju untuk melahirkan, dan anak-anak mereka akan tinggal di dalam sarang hingga musim semi.
Beruang kutub memiliki salah satu periode puasa terlama di antara mamalia, terutama saat betina yang hamil menghabiskan hingga 240 hari tanpa makan selama musim dingin. Kondisi ini membuat mereka sangat rentan terhadap perubahan lingkungan seperti pemanasan global, yang mengancam ketersediaan makanan dan habitat mereka.
Perubahan iklim dan pemanasan global berdampak besar pada populasi beruang kutub. Es Arktik yang semakin mencair mempersulit mereka untuk berburu anjing laut, yang merupakan sumber makanan utama mereka.
Jika tren ini berlanjut, beruang kutub dapat menghadapi ancaman kepunahan, terutama karena habitat mereka yang terus menyusut dan kondisi lingkungan yang semakin tidak mendukung.
Dengan berbagai adaptasi yang luar biasa dan tantangan yang mereka hadapi, beruang kutub menjadi salah satu spesies paling ikonis di Bumi. Warna bulu mereka yang bisa berubah-ubah, dari putih hingga kuning atau hijau, hanya menambah pesona dan misteri hewan ini. Di balik keindahan bulunya, beruang kutub terus berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan yang semakin berubah.
