Festival Budaya Manunggaling Sri Sedana, Warga Berebut Gunungan Sedekah Bumi
Reporter
Satria Romadhoni
Editor
Dede Nana
08 - Aug - 2024, 05:02
JATIMTIMES - Warga rela saling berdesakan untuk berebut gunungan hasil bumi pada Festival Budaya Manunggaling Sri Sedana di Desa Bangunrejo, Kecamatan Karanganyar, KAbupaten Ngawi pada Kamis (8/8/2024) siang. Mereka berharap mendapatkan berkah dan tentunya kelancaran rejeki.
Selain sebagai bentuk syukur untuk acara bersih desa atau nyadran, Festival Budaya Manunggaling Sri Sedana juga dalam rangka memperingati hari jadi Ngawi ke 666 tahun dan HUT RI ke 79 tahun.
Baca Juga : Hasil Maksimal Semangka di Musim Kemarau Bikin Petani Jombang Sumringah
Setidaknya ada tujuh gunungan berisi sayuran hasil bumi warga setempat yang dikirab keliling desa saat acara Festival Budaya Manunggaling Sri Sedana. Gunungan sedekah bumi yang intinya gunungan Lanang (laki-laki) dari palawija dan wadon (perempuan) dari padi itu berisi berbagai macam sayuran, diantaranya sayur sawi, kacang panjang, tomat, cabai dan bahkan ada ketela pohon, untaian padi, garut, serta jagung.
Titik finish berada di jalan depan gedung serbaguna, tak jauh dari punden desa setempat. Terlihat gunungan sedekah bumi diletakkan berjajar di tengah jalan. Namun, tokoh agama setempat belum selesai membaca doa, gunungan tersebut sudah menjadi rebutan warga.
Kepala Desa Bangunrejo, Kanjeng Raden Tumenggung Sutrisno menegaskan, Festival Budaya Manunggaling Sri Sedana memiliki makna untuk menyatukan semua tanaman pertanian yang ada di Desa Bangunrejo untuk menjadi makanan yang bermanfaat bagi warga.
"Festival Budaya Manunggaling Sri Sedana merupakan simbol dari kesejahteraan warga masyarakat Desa Bangunrejo," tegas KRT Sutrisno.
Tidak hanya tujuh gunungan berisi sayuran, Festival Budaya Manunggaling Sri Sedana juga menyajikan empat tumpeng yang terdiri dari nasi tiwul, nasi sawut, nasi jagung dan nasi beras.
Baca Juga : Empat Lokasi Air Panas Jadi Manifestasi Geothermal di WKP Arjuno-Welirang
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ngawi, Wiwien Purwaningsih, yang turut hadir menyaksikan Festival Budaya Manunggaling Sri Sedana di Desa Bangunrejo, Kecamatan Karanganyar memberikan apresiasi besar atas terselenggaranya kegiatan. Terlebih kemasan budaya yang disajikan bisa mendukung pariwisata, asal disajikan dengan apik.
"Festival Budaya Manunggaling Sri Sedana bisa menjadi agenda rutin yang bisa mendatangkan wisatawan untuk kesini, karena sangat luar biasa perpaduan budayanya. Tinggal mengemas yang lebih bagus lagi. Kedepan bisa menjadi agenda wisata Ngawi, jika bisa banyak menarik orang untuk melihatnya langsung,'' jelas Wiwien Purwaningsih kepada Jatim Times.
Festival Budaya Manunggaling Sri Sedana itu sendiri juga diikuti desa lainnya di wilayah Kecamatan Karanganyar, diantaranya Desa Pandean, Karanganyar, Sekarjati, Sri Wedari dan Desa Gembol.
