Dampak Buruk Jam Tidur Terbalik, Ini Penjelasan Medisnya 

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana

15 - Jul - 2024, 04:06

Ilustrasi kerja shift malam bagi tenaga kesehatan. (Foto: Kompasiana)

JATIMTIMES - Banyak yang bertanya-tanya tentang dampak buruk dari jam tidur yang terbalik. Terutama bagi mereka yang harus bekerja pada malam hari dan tidur di siang hari. Menurut Dokter Spesialis Anestesi dan Perawatan Intensif, dr. Sandhi Prabowo Sp.An-KIC, tubuh akan menyesuikan diri, sesuai dengan kebiasaan jam tidur seseorang.

"Kalau (kondisi) seperti itu, tubuh akan menyesuaikan diri. Jadi hormon-hormon akan terbalik. Biasanya hormon yang keluar malam hari, akan keluar siang hari. Dan hormon siang hari akan keluar malam hari," jelas dr. Sandhi dikutip Instagram pribadinya @sandhiprabowo, Senin (15/7/2024).

Baca Juga : Pantai Mbah Drajid: Pelarian Tiga Pangeran Kerajaan Surabaya dan Jejak Peradaban yang Terlupakan di Lumajang

Namun, dr. Sandhi menekankan jika pola tidur yang terbalik konsisten dalam jangka waktu yang lama, maka tidak akan menjadi masalah besar. Masalah serius justru muncul ketika waktu tidur tidak menentu—kadang siang, kadang malam. 

"Pola tidur yang tidak teratur (tidak konsisten) ini bisa berbahaya bagi kesehatan, terutama kesehatan jantung dan otak," jelasnya. 

Berbeda dengan dr. Sandhi, dr. Tirta Mandira Hudi, seorang dokter, influencer, dan pebisnis Indonesia, mengingatkan bahwa begadang dan kurang tidur adalah dua hal yang berbeda. Begadang berarti tidak tidur semalam suntuk, sementara kurang tidur berarti tidak mendapatkan tidur yang cukup atau berkualitas. 

"Gunakan voucher begadang dengan bijak. Karena tubuh kita saat malam melakukan recovery dan istirahat. Bayangkan jika Anda tidak tidur sama sekali dengan alasan begadang, lalu menggantinya dengan tidur siang. Tidak bisa," jelasnya. 

Dr. Tirta menambahkan bahwa sel-sel tubuh kita memiliki jam biologis yang tidak bisa digantikan dengan tidur siang. "Meskipun Anda mencoba mengganti jam tidur (malam) tersebut di pagi, siang, atau sore hari, itu tidak akan pernah bisa menggantikan jam tidur saat malam. Anda tidak bisa menyuruh sel-sel tubuh untuk 'ayo recovery' di luar jam biologisnya," tegasnya.

Baca Juga : Kota Blitar Terpilih dalam Program Pendampingan USAID SELARAS

Tidur siang, menurut dr. Tirta, hanya berfungsi sebagai power nap atau istirahat singkat bagi otak selama 1-2 jam. "Tugas dokter adalah memberikan edukasi bahwa begadang atau tidur malam tidak bagus untuk kesehatan jangka panjang," pungkasnya.

Dengan demikian, meskipun ada orang yang harus bekerja pada malam hari dan tidur di siang hari, penting untuk menjaga konsistensi pola tidur agar tubuh dapat berfungsi dengan baik. Pola tidur yang tidak teratur atau sering begadang dapat berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang, terutama pada jantung dan otak.