Ponpes Bahrul Maghfiroh Ajak Santri Berwirausaha Budidaya Ikan Koi, Omzet Puluhan Juta

08 - Jul - 2024, 02:43

Ikan koi yang dibudidayakan di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Kota Malang. (Foto: Irsya Richa/ JatimTIMES)

JATIMTIMES - Program kewirausahaan terus dikembangkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh Kota Malang, untuk meningkatkan kemandirian para santri. Terbaru yang tengah dikembangkan adalah budidaya ikan koi dan Rumah Makan BM.

Pembina yayasan Ponpes Bahrul Maghfiroh Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, MS, IPU mengatakan, ikan koi yang dibudidayakan di sana bukanlah kelas rendah, melainkan kelas yang baik. Budidaya langsung dilakukan oleh para santri.

Baca Juga : Update Daftar Negara Tujuan Ekspor Jatim, Jepang Juaranya

“Sambil belajar agama, para santri juga belajar bagaimana tentang bisnis seperti budidaya ikan koi,” kata Bisri, Minggu (7/7/2024).

Melihat potensi pasar ikan koi cukup tinggi, tak kaget jika budidaya ikan koi ini merambah hingga berbagai daerah di Indonesia. Terlebih peminat ikan koi rata-rata dari kalangan penghobi. 

Harganya pun untuk bibit dengan harga Rp 1.000 per ekor. Namun ikan koi kontes berkisar Rp 7 juta per ekor. Omzet rata-rata yang didapatkan sebesar Rp 20 juta per bulan.

Selain itu Ponpes Bahrul Magfiroh juga mengembangkan Warung Makan BM yang masih baru dihadirkan. Berkonsep masakan tradisional dengan harga terjangkau, tak kaleng-kaleng chef yang dihadirkan di warung ini sudah menjalani pelatihan sebelumnya.

Tak hanya masakan tradisional yang dihadirkan, semakin lengkap dengan hadirnya menu minuman rempah-rempah. Seperti booster, jahe, kencur, dan sebagainya. “Pemilik warung ini juga pernah mengikuti kursus barista dan memiliki komposisi kopi rempah,” imbuh Bisri.

Rumah makan ini tidak hanya menjadi tempat makan bagi santri, tetapi juga untuk orang tua santri dan mahasiswa umum yang berkunjung di sana. Harga yang disuguhkan pun terjangkau.

Ide warung berkonsep trandisional prasmanan muncul ketika Bisri diundang mengisi sebuah acara di Tebuireng Jombang. Kemudian ia mampir ke sebuah warung di Kediri dan mendapatkan inspirasi dari sana.

Baca Juga : Graha Bangunan Hadirkan DR.SHIELD: Atap UPVC Modern untuk Hunian Tropis

“Saya terinspirasi dari situ, konsepnya sederhana, harga terjangkau, dan pasarnya jelas. Karena tidak semua orang bisa makan keju mozarella, maka perlu ada masakan tradisional,” tambah Bisri.

Selain usaha yang dikembangkan para santri tersebut Ponpes Bahrul Maghfiroh juga memiliki unit bisnis bidang agrofarm. Unit agrofarm ini bergerak dalam budidaya kambing, ikan air tawar, sayur hidroponik, anggrek serta jamur.

Menurutnya dengan para santri mengelola budidaya ikan koi serta bidang wirausaha lainnya, ke depan bisa dikembangkan secara mandiri setelah lulus dari Ponpes. Karena salah satu misi ponpes adalah menghasilkan anak-anak lulusan yang mandiri, salah satunya dengan cara berbisnis atau menjadi entrepreneur.

“Harapannya setelah keluar bisa mengembangkan bisnis usaha secara mandiri dan berkembang,” harap mantan Rektor Universitas Brawijaya Malang ini.