Terima Audiensi Komunitas Tangan di Atas (TDA), Pemkot Malang Siap Jalin Kolaborasi

Reporter

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana

25 - May - 2024, 12:25

Audiensi Pemkot Malang dengan Komunitas TDA.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menerima audiensi dari Komunitas Tangan di Atas (TDA), Jumat (24/5/2024) siang. Pada kesempatan tersebut Pj Wali Kota Malang didampingi Kepala Diskopindag Eko Sri Yuliadi, Sekretaris Disnaker-PMPTSP dan perwakilan dari Diskominfo Kota Malang.

Sebagai informasi, Komunitas TDA sendiri merupakan komunitas yang terdiri dari kalangan pelaku usaha atau pengusaha. Berdiri sejak tahun 2008, komunitas ini sudah memiliki sebanyak 45 ribu member se-Indonesia. Di Malang sendiri kurang lebih ada sekitat 3.400 pengusaha yang aktif di komunitas ini.

Baca Juga : Perhutani Bakal Tertibkan Daerah Tangkapan Air di Kota Batu

"Jadi kebetulan, di sini ada beberapa pengurus yang aktif turut hadir. Ada dari pengusaha garment, eksportir, bisnis hampers, pengusaha klinik atau petshop, pengusaha kuliner, usaha percetakan, konveksi, usaha salon kecantikan, bimbingan belajar bahasa jepang," ujar Sekretaris Daerah TDA Kota Malang, Sunan Nurhadi.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya bermaksud untuk bersilaturahmi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Tujuannya agar selanjutnya dapat berkolaborasi untuk bersama dalam membangun Kota Malang menjadi lebih baik.

"Pasti, pertama kesempatan ini kami coba nyambung silaturahmi karena selama ini belum ada komunikasi. Tadi bertemu untuk berkolaborasi yang kemungkinan dilakukan di beberapa event," jelasnya.

Sunan mengatakan, ada beberapa program dari Pemkot Malang dan Komunitas TDA yang kemungkinan dapat dikolaborasikan. Di Komunitas TDA, memiliki program NGIPOK. Di mana program ini menjadi salah satu ruang diskusi bagi anggota TDA atau kalangan pelaku usaha.

Audiensi Pemkot Malang dengan Komunitas TDA.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

"Nah di sini kami merasa bisa untuk dikolaborasikan. Pemkot Malang juga memiliki program Ngombe. Nah ini kan sangat bisa nanti dalam program kami NGIPOK kami sampaikan dengan mengundang pak Pj Wali Kota untuk dapat sharing dari teman-teman pengusaha," jelasnya.

Sementara itu, Penasehat Komunitas TDA Noor Shodiq Askandar mengatakan bahwa melalui kesempatan tersebut dirinya ingin menyampaikan terkait keberadaan pengusaha muda yang ada di Kota Malang. Di mana ia menilai pemuda tersebut memiliki potensi untuk turut berkontribusi dalam membangun Kota Malang.

"Potensi besar dari anak-anak muda yang punya usaha. Ini yang kita harapkan bagaimana usahanya lancar namun juga membantu Pemkot Malang untuk membawa kebermanfaatan yang lebih besar," ujarnya.

Baca Juga : Cek Sound Terbaik Bakal Tampil di Balekambang Mulai Malam ini, Turut Dimeriahkan Riswanda Audio

 

Hal itu mendapat apresiasi langsung dari Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Sebab dengan segala kiprahnya, tentu para pelaku usaha muda ini turut mengenalkan nama Kota Malang ke daerah lain bahkan mancanegara melalui produknya masing-masing. Dirinya pun berkomitmen untuk terus dapat berkolaborasi.

"Misalnya terkait pendampingan dan bagaimana pemerintah memfasilitasi. Mungkin belum banyak yang kita berikan terhadap mereka yang bisa memberikan perhatian dalam upaya menyejahterakan Kota Malang. Karena ada multiplier effect. Termasuk dalam menciptakan lapangan kerja," kata Wahyu.

Apalagi menurutnya, iklim usaha yang tumbuh di Kota Malang juga telah terbukti mampu berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian. Bahkan menurutnya, tahun 2024 ini perekonomian di Kota Malang tumbuh tertinggi sebesar 6,07 persen.

"Dan bisa menekan kemiskinan hingga jadi nomor 2 terbawah. Ada korelasi pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan," pungkas Wahyu.