Update, Kasus Emak-Emak Gresik Lempar Mangkuk Saat Ditagih Utang Berakhir Damai, Netizen Tak Terima
Reporter
Mutmainah J
Editor
A Yahya
05 - Apr - 2024, 07:29
JATIMTIMES - Kasus emak-emak di Kabupaten Gresik yang mengamuk hingga lempar mangkuk saat ditagih utang berakhir damai. Damainya kasus tersebut viral menyusul dengan viralnya kejadian emak-emak Gresik yang mengamuk hingga melempar mangkuk pada wanita penagih utang itu.
Dilansir dari akun Instagram @lambe_turah, Polsek Menganti melakukan pertemuan kepada kedua pihak, antara penagih dan yang ditagih utang, pada Rabu malam (3/4/2024).
Baca Juga : Update Gate 13 Stadion Kanjuruhan: Tak Jadi Dibongkar
Kapolsek Menganti AKP Roni Ismullah menyampaikan, peristiwa itu terjadi di Dusun Balongdinding, Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik pada Jumat (29/3/2024) sekitar pukul 10.00 WIB. “Perempuan yang melempar piring itu berinisial RY (25) dan perempuan petugas koperasi berinisial AR (26),” katanya, dikutip Jumat (5/4/2024).
“Keduanya telah setuju untuk berdamai dan saling memaafkan,” tambahnya.
Saat ini kondisi petugas koperasi, sudah mendapatkan perawatan dan dalam kondisi sehat. “Untuk kondisi petugas koperasi aman, tidak mengalami luka yang serius,” ungkapnya.
Damainya kasus antara emak-emak dan penagih utang itupun menuai beragam reaksi warganet. Tak sedikit dari mereka yang menyoroti kasus tersebut yang berakhir damai padahal korban (wanita penagih utang) sampai berdarah.
“Damai sih damai tapi minimal lempar mangkok balik lah,” ujar akun @xolo***.
“Padahal mbaknya udah berdarah2 loh. Kok mau ya damai,” sambung akun @elli***.
“Damai?? Di kepruk mangkok kok damai,” komen akun @aa_****.
Sebelumnya, viral di media sosial seorang petugas penagih utang mengalami kekerasan saat menjalankan tugasnya. Ia dijambak hingga kepalanya berdarah karena dilempar mangkok keramik oleh debiturnya. Adapun peristiwa itu terjadi di Sidowungu, Menganti, Gresik Jawa Timur.
Dalam video yang dibagikan @andreli_48, terlihat seorang wanita berkerudung hitam dari sebuah lembaga koperasi simpan pinjam menagih utang ke emak-emak berdaster merah. Namun emak-emak itu justru masuk ke dalam rumah.
Baca Juga : DPKPCK Kabupaten Malang Bentuk Petugas TFL, Pastikan Program Bedah Rumah Tepat Sasaran
Wanita berhijab itu sempat mengatakan bahwa debiturnya itu tidak bisa diajak bicara baik-baik. "Masalahe gak iso diajak omong, bu. Wong dikongkon nggolekno lho gak digolekno (masalahnya tidak bisa diajak bicara, bu. Disuruh carikan uang untuk mengangsur malah tidak dicarikan)," ujar wanita tersebut kesal, dikutip Kamis, (4/4/2024).
Tak berselang lama, emak-emak itu keluar rumah sembari membawa panci berisi air dan mangkok.
Benar saja, air yang ada di panci itu pun disiram ke arah petugas penagih utang. Dalam video yang sama, terlihat seorang ibu-ibu berdaster biru berusaha melerai mereka.
Akan tetapi, petugas itu justru dilempar mangkok keramik hingga mengenai kepalanya.
Atas tindak ibu-ibu itu, petugas penagih utang itu pun tak terima dan kembali untuk melawan. Kericuhan antara keduanya pun pecah.
Bahkan emak-emak tersebut sampai menarik hijab dan menjambak rambut si petugas. Ia juga melayangkan pukulan hingga membuat kening petugas itu berdarah.
Petugas itu pun terduduk sambil memegang kepalanya yang berlumur darah. “Aku lak wes ngomong samean gak nunggak pisan pindo yo buk yo (aku kan sudah bilang kamu nunggah nggak sekali dua kali ya bu ya)," ujarnya sembari memegangi kepalanya yang berdarah.
