Mengenal Autoimun, Penyakit yang Diidap Kartika Putri Selama 5 Tahun Silam
Reporter
Mutmainah J
Editor
Dede Nana
24 - Feb - 2024, 02:55
JATIMTIMES - Penyakit autoimun sedang menjadi perbincangan, karena mulai banyak kasus yang terjadi, termasuk di dunia selebritis. Baru-baru ini, mantan artis Kartika Putri mengaku telah mengidap penyakit Autoimun sejak lima tahun lamanya.
“Aku sudah kurang lebih 5 tahunan didiagnosa autoimun. Alhamdulillah aku juga sudah ikhtiar dengan 2x stem cell. Syukurnya baik-baik aja," kata Kartika.
Baca Juga : Caleg PPP Termuda di Tulungagung Dipediksi Terpilih, Intip Sosoknya
Selain Kartika Putri, sejumlah artis lainnya seperti Isyana Sarasvati, Cantika Abigail, Andrea Dian, Ashanty, juga mengidap penyakit yang sama. Lantas, apa itu penyakit Autoimun, gejala dan penyebabnya? Berikut penjelasan selengkapnya:
Pengertian Autoimun
Dilansir dari berbagai sumber, penyakit autoimun adalah suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang tubuh kita. Sistem kekebalan biasanya melindungi diri dari kuman seperti bakteri dan virus. Ketika ada bakteri atau virus yang masuk, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi untuk menyerang bakteri atau virus tersebut.
Biasanya, sistem kekebalan dapat membedakan sel asing dengan sel kita sendiri. Namun pada penderita autoimun, sistem kekebalan justru keliru menyerang sel tubuh kita sendiri karena menganggapnya sebagai benda asing. Lalu, sistem kekebalan tubuh akan melepaskan protein yang disebut autoantibodi yang menyerang sel-sel sehat.
Penyebab
Beberapa penyakit autoimun biasanya hanya menargetkan satu organ. Namun, ada juga yang mempengaruhi seluruh tubuh seperti pada penderita systemic lupus erythematosus (SLE).
Para ahli belum mengetahui apa penyebab pasti penyakit autoimun ini. Menurut riset 2014, wanita lebih rentan mengalami penyakit autoimun dengan perbandingan sekitar dua banding satu. Seringkali, penyakit ini terjadi saat wanita telah berada di masa subur, yaitu sekitar usia 15 hingga 44 tahun.
Beberapa penyakit autoimun lebih sering terjadi pada kelompok etnis tertentu, seperti lupus yang mempengaruhi lebih banyak orang Afrika-Amerika dan Hispanik daripada Kaukasia.
Penyakit autoimun tertentu, seperti multiple sclerosis dan lupus, menular dalam keluarga. Tidak setiap anggota keluarga memiliki penyakit yang sama, tetapi mereka mewarisi kerentanan terhadap kondisi autoimun.
Gejala
• kelelahan
• otot pegal bengkak dan kemerahan demam ringan
• kesulitan berkonsentrasi
• mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki
• rambut rontok
• ruam kulit.
Pada beberapa penyakit autoimun juga memilii gejala tersendiri. Misalnya, diabetes tipe 1 menyebabkan rasa haus yang ekstrem, penurunan berat badan dan kelelahan. Lalu, ada juga penyakit inflamasi usus yang menyebabkan sakit perut, kembung dan diare.
Perawatan
Baca Juga : Warga Ponpes di Gondanglegi Ngadu Maraknya Perilaku Kejahatan dan Peredaran Miras
Perawatan tidak dapat menyembuhkan penyakit autoimun, tetapi hanya dapat mengontrol respons imun yang terlalu aktif dan menurunkan peradangan atau setidaknya mengurangi rasa sakit dan peradangan.
Obat yang digunakan untuk perawatan autoimun antara lain: obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen (Motrin, Advil) dan naproxen (Naprosyn) obat penekan kekebalan tubuh.
Perawatan juga tersedia untuk meredakan gejala seperti rasa sakit, bengkak, kelelahan, dan ruam kulit. Makan makanan yang seimbang dan berolahraga teratur juga dapat membantu kita mengatasi penyakit ini. Jika perlu, kita harus menemui spesialis tertentu tergantung jenis penyakit yang kita miliki.
Misalnya, kita bisa menemui ahli reumatologi untuk mengobati penyakit sendi, seperti rheumatoid arthritis serta penyakit autoimun lainnya seperti sindrom Sjögren dan SLE. Lalu kita bisa meminta bantuan ahli gastroenterologi untuk mengobati penyakit pada saluran gastrointestinal, seperti penyakit celiac dan Crohn.
Kemudian, kita bisa meminta bantuan ahli endokrin mengobati kondisi kelenjar, termasuk penyakit Graves, tiroiditis Hashimoto, dan penyakit Addison. Untuk mengobati penyakit kulit psosiaris, kita bisa menemui dokter kulit.
