Pengelihatan Siswa SD di Jombang Hilang Usai Terlempar Kayu Temannya di Kelas
Reporter
Adi Rosul
Editor
Nurlayla Ratri
16 - Feb - 2024, 10:35
JATIMTIMES - Nasib buruk menimpa HNA (10), bocah asal Kabupaten Jombang. Pasalnya, pelajar kelas 4 SD Plus Darul Ulum Jombang ini harus kehilangan pengelihatan mata kanannya akibat terlempar kayu oleh temannya yang bermain bola di kelas.
Ibu HNA, EW (43) menceritakan awal nasib buruk yang menimpa anaknya. Kejadian bermula saat jam kosong pelajaran Diniyah, Senin (09/01/2024).
Baca Juga : Bertabur Hadiah di Indomaret Mencari Bakat, Yuk Buruan Daftar!
Saat itu, sejumlah siswa bermain di dalam kelas. Ada yang bermain kartu dan juga bermain bola di dalam kelas. Sedangkan HNA waktu itu berdiri melihat teman-temannya bermain kartu.
Tidak jauh dari HNA, ada 2 temannya, AGA dan Df tengah bermain bola dengan cara dipukul dengan tongkat kayu bekas sapu. Saat AGA memukul bola itulah, kayu pemukulnya patah. Patahan kayu itu lantas terlempar mengenai mata kanan HNA.
"Posisi anak saya melihat temannya bermain kartu. Saat menengok ada kayu yang melayang ke mata kanan anak saya," ujar EW saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (16/02/2024).
Seketika itu korban langsung tidak sadarkan diri dan dibawa ke ruang UKS oleh teman-temannya. EW baru mengetahui kondisi anaknya saat jam pulang sekolah.
"Saya melihat anak saya kesakitan. Setelah itu saya bawa ke RSUD Jombang. Kata dokter di IGD, mata anak saya bengkak, entah pupilnya atau apa yang jelas warna hitam pada matanya membesar. Kemudian ada pendarahan di bola matanya," terangnya.
Korban sempat menjalani rawat inap di RSUD Jombang selama 4 hari mulai 9-13 Januari 2024. Selama perawatan itu, pengelihatan mata korban sudah mulai menghilang.
"Waktu dites sama dokter itu sudah kabur matanya tidak bisa melihat saya," tandasnya.
Dengan kondisi itu, EW akhirnya memutuskan membawa putranya ke Rumah Sakit Mata Undaan, Surabaya pada Selasa (16/01/2024). Di sana putranya langsung menjalani CT Scan dan rontgen mata melalui poli umum.
Selanjutnya, HNA diarahkan untuk menemui dokter retina. Dari hasil pemeriksaan dokter, syaraf retina korban rusak. "Kata dokter syaraf retinanya sudah vatal secara medis, tidak bisa diperbaiki lagi," kata EW.
Tidak berhenti di situ, kabar buruk masih menghantui EW. Dokter yang menangani putranya memintanya untuk menemui dokter glaukoma.
Hasilnya, mata HNA terkena glaukoma. Dimana kondisi mata mengalami tekanan tinggi yang dapat merusak syaraf mata hingga dapat mengakibatkan kerusakan pengelihatan.
Baca Juga : Terungkap, Pelaku Pengeroyokan Supir Truk di Situbondo Ditangkap Satreskrim Polres Situbondo
HNA akhirnya dioperasi untuk pembuatan saluran glaukoma pada Senin (05/02/2024). Meski telah dioperasi, mata anak bungsu EW itu masih belum pulih.
"Masih belum bisa melihat, hanya 20 persen terlihat samar-samar," tandasnya.
EW mengaku, selama ini mengandalkan BPJS kesehatan untuk pengobatan retina mata anaknya. Khusus untuk operasi glaukoma, ia terpaksa menggunakan uang pribadi. Sebab, BPJS hanya mengcover pengobatan retina mata saja.
Oleh karena itu, ia menuntut pihak keluarga AGA dan sekolah untuk bisa membiayai pengobatan anaknya hingga sembuh normal.
"Permintaan saya itu meminta biaya pengobatan anak saya sampai sembuh. Paling tidak ada konsekuensi bagaimana kelanjutan anak saya ini yang sudah dirugikan secara fisik. Anak saya ini cacat seumur hidup," ucapnya.
Koordinator Bidang Pendidikan Yayasan Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang Zulfikar As'ad atau Gus Ufik mengatakan, kejadian yang menimpa HNA merupakan kejadian yang tidak disengaja. Pihaknya berkomitmen untuk bertanggung jawab.
"Yang jelas nanti pihak sekolah akan membantu. Mensuport untuk pengobatan. Saya ndak mau menyebut angka," ujarnya kepada wartawan.
Gus Ufik juga menepis adanya kelalaian guru di sekolah. Menurutnya, setiap pelajaran kosong ataupun jam istirahat para siswa sudah dipantau oleh 2 guru setiap kelasnya.
"Saya kira bukan kelalaian ya. Artinya, anak kan bukan robot ya. Tetap mereka ingin bermain. Mereka sudah kita pantau, satu kelas 2 guru di kita itu," tandasnya.(*)
