Masyarakat Diimbau Waspada Penipuan Atas Nama BPJS Kesehatan

Reporter

Tubagus Achmad

Editor

Dede Nana

19 - Dec - 2023, 08:59

Loket pelayanan di Kantor BPJS Kesehatan. (Foto: Dok. Humas BPJS Kesehatan Cabang Malang) 

JATIMTIMES - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya yang telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untun berhati-hati dan waspada kemungkinan adanya penipuan yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan. 

Terlebih lagi, baru-baru ini, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang dr. Roni Kurnia Hadi Permana MMRS AAK mendapatkan laporan adanya peserta JKN yang menjadi korban penipuan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dan mengatasnamakan BPJS Kesehatan. 

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu awas dan waspada apabila ada yang menghubungi peserta atas nama BPJS Kesehatan," ungkap Roni. 

Pihaknya mengingatkan para peserta JKN untuk tidak mudah tergiur dengan iming-iming pemberian uang maupun hadiah yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan. Selain itu, peserta JKN juga diimbau agar tidak mudah terkejut apabila terdapat kejadian yang disampaikan melalui sambungan telepon sehingga berindak spontan. 

"Ada penipuan dengan motif finansial untuk mendapatkan uang dari peserta. Namun ada juga penipuan yang bermotif non finansial, yaitu ingin mendapatkan data-data pribadi peserta. Jadi kita harus hati-hati dalam menyikapinya," jelas Roni. 

Dari beberapa peristiwa ke belakang, terdapat modus-modus penipuan yang pernah terdeteksi olah tim BPJS Kesehatan. Di antaranya panggilan untuk mengikuti lowongan pekerjaan, pemberian bantuan tunai dengan jumlah nominal tertentu, pengembalian premi iuran, kepesertaan JKN akan segera diblokir, maupun kartu BPJS Kesehatan melebihi batas pemakaian obat-obatan. 

Bahkan modus penipuan yang terbaru, penipu mengaku dari BPJS Kesehatan dan menghubungi peserta menyampaikan informasi yang bernada menuduh bahwa peserta sudah melakukan tindakan kecurangan dengan mengambil obat sebanyak tiga kali di tempat yang berbeda. 

Roni pun mengimbau agar para peserta JKN dapat berhati-hati dalam memberikan pribadi seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal lahir dan nama ibu kandung. Data-data pribadi tersebut harus disampaikan kepada orang yang tepat atau melalui saluram resmi BPJS Kesehatan. 

"Apabila ada keraguan, hubungi dulu Care Center 165 atau datang langsung ke Kantor Cabang untuk konfirmasi," kata Roni. 

Roni mengingatkan, bahwa BPJS Kesehatan tidak pernah menghubungi peserta JKN dengan memberikan informasi palsu, yang dimulai dengan meminta NIK, pemberian hadiah atau bantuan sosial, hingga meminta peserta untuk mengirimkan uang ke nomor rekening yang mengatasnamakan perorangan. 

Terdapat beberapa kanal layanan administrasi resmi yang dimiliki BPJS Kesehatan. Di antaranya, Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (PANDAWA) dengan nomor kontak 08118165165, Chika dengan nomor kontak 08118750400, Aplikasi Mobile JKN, dan Care Center 165. 

Masyarakat juga dapat memastikan kebenaran informasi terkait BPJS Kesehatan melalui situs resmi www.bpjs-kesehatan.go.id atau pun saluran sosial media resmi BPJS Kesehatan yang ada di Twitter @BPJSKesehatanRI, Facebook @BPJSKesehatanRI, Instagram @bpjskesehatan_ri, TikTok @bpjskesehatan_ri dan Youtube @BPJSKesehatan_RI. 

"Ada kalanya kami menghubungi peserta, misalkan untuk konfirmasi tagihan iuran. Kami hubungi peserta tersebut melalui tele kolekting atau pun melalui kader JKN," ujar Roni. 

Selain itu, petugas BPJS Kesehatan mungkin juga menghubungi peserta JKN untuk konfirmasi pelayanan kesehatan yang diterima oleh peserta, apakah peserta benar-benar mendapatkan pelayanan tersebut. 

"Dalam hal ini tentunya kami sudah ada data-datanya dan tidak akan meminta data dari peserta," tutur Roni. 

Sementara itu, beberapa waktu lalu, Erfandi (28) masyarakat Kabupaten Malang ini menerima pesan teks yang menyatakan dirinya mendapatkan hadiah sejumlah uang. 

Namun Erfandi tidak langsung percaya. Dirinya cenderung memilih untuk memastikan terlebih dahulu kebenaran pesan tersebut kepada petugas BPJS Kesehatan Kantor Cabang Malang dan didapatkan informasi bahwa pesan teks tersebut merupakan penipuan yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan. 

"Saat mendapatkan pesan teks tersebut beruntungnya saya tidak langsung percaya. Untuk masyarakat yang lain mungkin lebih berhati-hati, jangan sampai tergiur iming-iming hadiah yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan, jadi lebih baik langsung ditanyakan saja kepada petugas BPJS Kesehatan," tandas Erfanfdi.