Penyerahan Embung dan Irigasi Dinas PU SDA, Potensi Pertanian Kabupaten Malang Diproyeksikan Meningkat
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Nurlayla Ratri
13 - Dec - 2023, 09:31
JATIMTIMES - Petani yang ada di Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo dan Desa Pulungdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang kini tidak perlu khawatir untuk mencari sumber air guna mengairi lahan yang mereka garap. Hal itu menyusul adanya serah terima pekerjaan pembangunan infrastruktur alih fungsi irigasi dari PT Lesaffre Sari Nusa yang berlangsung pada Rabu (13/12/2023).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU-SDA) Kabupaten Malang Farid Habibah menyebut, berdasarkan hasil identifikasi luas tanah pengganti alih fungsi irigasi untuk pencetakan sawah baru di Desa Wonomulyo dan Pulungdowo tersebut mencapai kurang lebih 20 hektare. "Fokus pencarian penggantian tanah ini adalah mengidentifikasi tanah dengan status darat atau D yang kemudian dapat dialihfungsikan ke tanah dengan status sawah atau S," tuturnya.
Baca Juga : Gebyar Undian Lunas PBB, Pj Wali Kota Kediri Harapkan Jadi Motivasi Masyarakat Bayar Pajak Tepat Waktu
Tanah pengganti di dua wilayah tersebut terdiri dari Desa Wonomulyo dengan luas tanah mencapai kurang lebih 16 hektare. Di mana, untuk jumlah pemilik tanah mencapai 159.
Sedangkan di Desa Pulungdowo luas tanah pengganti alih fungsi irigasi mencapai kurang lebih 5 hektare. Yakni dengan jumlah pemilik tanah sebanyak 35.
"Pemilik tanah telah bersedia jika tanahnya dibangun saluran irigasi. Di mana, para pemilik tanah telah menandatangani kesediaan perubahan status tanah dalam rangka alih fungsi tanah beririgasi dan pembangunan saluran irigasi," imbuhnya.
Dengan adanya pembangunan embung dan saluran irigasi tersebut, membawa beberapa dampak positif. Diantaranya adalah meningkatkan produktivitas tanam.
"Dengan adanya pembangunan embung berpengaruh pada peningkatan produktivitas tanam, karena dapat memenuhi kebutuhan air saat kemarau," tuturnya.
Selain itu, pembangunan embung dan saluran irigasi juga berdampak untuk melancarkan aliran air ke lahan sawah, mencukupi kebutuhan air pada lahan pertanian, hingga mempermudah petani untuk mengairi lahan. "Sehingga bisa dijadikan sebagai salah satu sarana pendukung dalam ketahanan pangan," ujarnya.
Tidak hanya berdampak positif pada sektor lahan pertanian, pembangunan embung dan saluran irigasi juga dapat digunakan untuk kegiatan masyarakat sehari-hari. Yakni mulai dari mencuci, menyiram tanaman, hingga memandikan ternak.
Baca Juga : Kajian Ulang Bakal Dilakukan Pasca Banjir Luapan Parah di Kali Paron Kota Batu
"Dengan adanya serah terima pekerjaan pembangunan infrastruktur irigasi ini, diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat setempat," ujarnya.
Ditemui di saat bersamaan, Camat Poncokusumo Didik Agus Mulyono mengaku menyambut baik dengan adanya serah terima pekerjaan pembangunan infrastruktur irigasi tersebut. Pasalnya, selama ini para petani sering kesulitan untuk mengairi sawah yang mereka garap.
"Sehingga petani yang sebelumnya belum bisa menikmati kecukupan air untuk pengairan, baik itu di musim hujan maupun musim kemarau, nantinya dengan keberadaan embung dan saluran irigasi yang bagus petani bisa merasakan manfaatnya dalam mengairi sawah-sawahnya selama satu tahun penuh," ujarnya.
Didik berharap, dengan adanya embung dan saluran irigasi tersebut bisa dimanfaatkan dan di fungsikan oleh masyarakat khususnya para petani dengan sebagaimana fungsi utamanya. Yakni untuk mengairi persawahan dari masyarakat, khususnya petani setempat.
"Harapannya produktifitas dari tanaman atau budidaya yang diusahakan oleh petani semakin meningkat. Sehingga keuntungan atau pendapatan dari masyarakat juga meningkat. Dengan demikian kesejahteraan masyarakat yang diinginkan bisa tercapai," tukasnya.
