Kandang Ayam di Desa Ngembul Terbakar, Pemilik Merugi Ratusan Juta
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Nurlayla Ratri
29 - Sep - 2023, 09:40
JATIMTIMES- Ketenangan warga Kabupaten Blitar mendadak dikejutkan dengan peristiwa kebakaran. Dilaporkan kebakaran melanda sebuah kandang ternak ayam di Desa Ngembul, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Jumat (29/9/2023).
Informasi yang diterima media ini, kebakaran kandang ternak ayam terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Kandang ayam itu diketahui milik seorang warga bernama Ahmad Kholil (55). Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui oleh dua orang pekerja kandang.
Baca Juga : Hasil Penyelidikan: Korsleting Sebabkan Kebakaran Gudang di Singosari, Kerugian Rp 200 Juta
“Kebakaran diketahui saat dua pekerja yang hendak bekerja di dalam kandang melihat asap. Saat masuk ke area kandang ternyata api sudah menjalar ke sebagian besar kandang,” jelas Kasi Humas Polres Blitar, Iptu Udhiyono.
Setelah mengetahui kandang tempat mereka bekerja dilalap si jago merah, dua orang pekerja itu langsung menghubungi Ahmad Kholil selaku pemilik kandang. Dua orang pekerja ini juga meminta pertolongan kepada warga sekitar untuk memadamkan api.
"Sambil menghubungi pemilik, kedua saksi ini juga meminta pertolongan ke warga sekitar untuk memadamkan api," imbuh Kasi Humas.
Udhiyono menambahkan, karena api tidak bisa dipadamkan dengan alat seadanya, kejadian ini kemudian dilaporkan ke polisi. Polisi yang menerima laporan langsung meneruskan laporan ini ke Unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar.
"Api kemudian berhasil dijinakkan setelah petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi," terangnya.
Baca Juga : Gandeng Cak Imin sebagai Cawapres, PAN Jatim Curiga Anies Mau Ambil Ceruk NU
Tidak ada korban jiwa dari kebakaran ini, namun pemilik kandang mengalami kerugian yang cukup besar. Akibat kebakaran tersebut sebanyak 8.000 ayam ternak mati terbakar dengan total kerugian mencapai Rp 72 juta. Sementara kandang ayam yang terbakar kerugiannya ditaksir mencapai Rp 200 juta.
“Kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik. Namun untuk mengetahui penyebab pasti, saat ini masih dilakukan penyelidikan oleh kepolisian,” pungkas Udhiyono.
