Lulusan Pondok Pesantren, Peternak Ayam di Kendit Situbondo Sukses Raih Omzet Puluhan Juta
Reporter
Wisnu Bangun Saputro
Editor
Nurlayla Ratri
16 - Jul - 2023, 11:48
JATIMTIMES - Meski hanya lulusan Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Situbondo, tidak menyurutkan tekad Abdurrahman untuk sukses. Pria berusia 44 tahun asal Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo untuk memutuskan diri menjadi peternak ayam dan bebek.
Walaupun hanya lulusan Ponpes, pengetahuannya soal peternakan tidak bisa dianggap remeh. Bahkan dengan skill dan keuletannya, dia sukses mengelola peternakan dengan baik hingga dinobatkan sebagai penggerak ekonomi desa.
Baca Juga : Punya Ciri Khas Motif Batik Tribal, Zibond Blade Maker Karya Perajin Situbondo Rambah Pasar Internasional
Pria yang akrab dipanggil Abdur ini, mengaku menjadi peternak sejak tahun 2019 saat usianya sudah 40 tahun. Ia belajar bisnis peternakan ayam petelur dan bebek saat masih menjadi santri.
"Berkat bekal dari pondok, sampai saat ini bisnis peternakan saya terus berkembang pesat, bahkan sampai kewalahan memenuhi permintaan telur ayam dan bebek," ungkap Abdur saat ditemui di peternakannya, Minggu (16/7/2023).
Saat musim liburan sekolah ini, kata Abdur mobilisasi pembeli telur ayam dan bebek daging meningkat. Ini sungguh memiliki dampak positif bagi peternak.
"Namun walaupun telur yang sudah tersedia cukup banyak, tetapi masih kurang untuk bisa memenuhi pasar. Hal ini kemungkinan besarnya karena adanya liburan dan menjelang masuk sekolah serta memasuki bulan haji di tahun 2023 ini," tuturnya.
Tak semudah seperti membalikkan telapak tangan, selama menjalankan bisnis peternakan banyak persoalan dan berbagai tantangan yang harus dihadapi Abdur. Salah satunya adalah penyakit unggas yang datang kapan saja.
Guna mengatasi permasalahan itu Abdur meracik ramuan sendiri berbekal ilmu yang pernah dia dapatkan sewaktu di Ponpes.
"Ramuan yang saya racik ini sangat manjur dan sudah saya buktikan ketika turunnya hujan yang tidak menentu yang terjadi beberapa waktu lalu. Ketika ternak saya banyak yang mengalami penyakit, ternyata setelah dikasih ramuan vitamin yang saya buat langsung sembuh," bebernya.
Baca Juga : Komunitas Law Debat UIN Malik Malang Jadi Runner-Up Ajang Debat Konstitusi Nasional Dekan Cup 2023
Ketika cuaca yang tidak menentu, lanjut Abdur, jika tidak segera tanggulangi akan berdampak pada penambahan penekanan biaya ternak miliknya. Sehingga bebek yang semula biasanya dapat dipanen waktu 41 hari, bisa bertambah hingga sepekan baru bisa dipanen.
"Termasuk juga peliharaan ayam broiler, hasil telur ayam yang semula bisa dipanen tiap hari mendapatkan 3 kwintal, ketika tidak disuplai oleh vitamin hasil racikannya sendiri, maka hasil panennya bisa dapat berkurang setiap harinya," terangnya.
Sementara itu, kebutuhan makan untuk ribuan ayam dan bebek, Abdur setiap harinya menghabiskan puluhan kwintal bekatul dengan harga sekitar Rp 5.500 per kilogram.
"Alhamdulillah ketika ayam telur dan bebek pedaging ini dipelihara dan dirawat serta disuplai dengan vitamin yang teratur dan benar, insyaallah hasilnya akan maksimal," pungkasnya.
