27 Orang Tewas Akibat Ledakan Mortir di Kota Qoryoley

11 - Jun - 2023, 04:23

Ilustrasi ledakan. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Sebuah ledakan mortir mengguncang kota Qoryoley, Somalia, hingga menewaskan sedikitnya 27 orang dan melukai puluhan orang lainnya. Adapun para korban didominasi oleh anak-anak.

Dilansir dari Reuters dan Al Jazeera, Sabtu (10/6/2023), para pejabat setempat menyebut mortir yang dibuang dan belum meledak itu dijadikan sebagai mainan oleh anak-anak sebelum tiba-tiba meledak. Dari 27 korban tewas, kebanyakan masih berusia 10 tahun hingga 15 tahun.

Baca Juga : Dipecat dari Kerjaan dan Terlilit Hutang, Pengamen di Malang Nekat Bunuh Driver Taksi Online

"Bencana ini terjadi hari ini di dekat kota Qoryoley. Mereka bermain-main dengan mortir yang tidak meledak. Mortir itu meledak pada mereka. Sekitar 20 orang tewas dan beberapa orang lainnya terluka," tutur wakil komisioner distrik Qoryoley, Abdi Ahmed, kepada wartawan setempat.

Abdi Ahmed kemudian meminta agar pemerintah dan lembaga mengirimkan bantuan dan membersihkan ranjau dan peluru dari daerah tersebut.

"Kami meminta pemerintah dan lembaga bantuan untuk membersihkan ranjau dan peluru dari daerah tersebut," imbuhnya.

Sementara dalam laporan kantor berita setempat menyebut mortir itu meledak di area dekat taman bermain anak.

Seorang penduduk Qoryoley bernama Ibrahim Hassan menuturkan kepada AFP bahwa sebagian besar korban merupakan 'anak-anak kecil yang meninggal di tempat setelah salah satu dari mereka menabrak alat peledak di dekat taman bermain'.

Baca Juga : Pelaku Tilap Mobil di Tulungagung Diamankan Polisi, BB Sempat Digadaikan di Blitar

Kantor berita setempat melaporkan sekitar 53 orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden pada Jumat (9/6) waktu setempat.

Lalu pada laporan media lainnya anak-anak itu menemukan peledak yang masih utuh di lapangan sepak bola dan menjadikannya sebagai mainan ketika peledak itu meledak.

Peledak itu muncul ke permukaan setelah hujan beberapa kali mengguyur daerah tersebut. Penduduk setempat menyebut bahwa mortir yang tidak meledak dan dimainkan oleh anak-anak itu, sebelumnya digunakan oleh faksi-faksi yang berperang di Somalia.