Wisata Religi di Lamongan, Ada Makam Ibunda Mahapatih Gajah Mada

19 - Apr - 2023, 09:22

Wisata religi Gunung Ratu di Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Mungkin tidak banyak yang tahu sejarah panjang Mahapatih Gajah Mada. Karena selain minim literatur, sejarah panjang dan mitos yang berkembang di masyarakat juga membuat banyak cerita yang simpang siur.

Patih Gajah Mada sendiri lahir dari rahim seorang wanita bernama Dewi Andong Sari yang merupakan selir keempat Raden Wijaya atau Raja Majapahit.

Baca Juga : Bisa Berkemah hingga Memancing, Berikut Rute Menuju Pantai Kesirat

Literasi tentang Dewi Andong Sari pun tak banyak diketahui orang. Karena dari cerita yang berkembang, Dewi Andong Sari dulunya sempat diasingkan ke sebuah gunung di Lamongan, Jawa Timur karena ada kecemburuan di dalam istana.

Singkat cerita pada gunung di Lamongan itulah, Gajah Mada dilahirkan. Di situ, Dewi Andong Sari tak sendirian karena didampingi dua pengawalnya yakni Garangan Putih dan Kucing Condromowo.

Singkat cerita, kematian Dewi Andong Sari pun cukup memilukan. Suatu hari, ibu Gajah Mada itu akan mencari air kemudian menitipkan bayinya kepada kedua pengawalnya.

Kemudian terdapat peristiwa mengejutkan dimana Gajah Mada dililit oleh ular besar dan akan memangsanya. Kedua pengawal yang siaga kemudian membela Gajah Mada dan bertarung hingga ular besar itu mati.

Dewi Andong Sari yang kembali dari mencari air dikagetkan dengan dua pengawalnya yang mulutnya bersimbah darah, tapi ia juga melihat bayinya juga tak ada.

Karena gelap mata, Dewi Andong Sari menuduh dua pengawalnya itu yang memangsa anaknya dan kemudian membunuh Garangan Putih dan Kucing Condromowo.

Setelah peristiwa itu, bayi kecil yakni Gajah Mada berlari dari persembunyiannya dan memeluk Dewi Andong Sari. Kaget karena anaknya yang masih hidup, Dewi Andong Sari kemudian menyesal karena telah membunuh dua pengawalnya.

Akhirnya, Dewi Andong Sari sampai memutuskan untuk bunuh diri. Karena merasa sangat menyesal telah membunuh dua hewan kesayangannya tersebut.

Baca Juga : Mudik ke Banyuwangi? Jangan Lupa Beli Oleh-Oleh IniĀ 

Kematian Dewi Andong Sari pun diketahui oleh Mpu Siwowayah dan menguburkan mereka di puncak gunung yang diberi nama Gunung Ratu.

Di sisi lain, Gajah Mada juga dititipkan ke adik Mpu Sidowayah yang bernama Rondo Wara Wuri di Modo (yang saat ini menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Lamongan). Di situ, Gajah Mada mengubah namanya menjadi Joko Modo semasa tinggal bersama ibu angkatnya.

Ketika tumbuh dewasa, Joko Modo suatu ketika bertanya kepada Mpu Sidowayah tentang keberadaan orang tua kandungnya. Mpu Sidowayah pun memberikan jawaban bahwa ayah kandungnya berada di Kerajaan Majapahit dan ibunya di Gunung Ratu.

Gajah Mada pun dibawa ke Kerajaan Majapahit untuk dididik menjadi prajurit. Bahkan sampai akhirnya Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih di Kerajaan Majapahit.

Hingga saat ini, Gunung Ratu masih dipercaya masyarakat sebagai makam ibu dari Mahapatih Gajah Mada. Di sana masyarakat juga kerap mendatangi Gunung Ratu sebagai salah satu destinasi wisata religi di Kabupaten Lamongan.