Viral, Jual Makaroni Berkedok Sumbangan yang Marak Terjadi di Malang 

Reporter

Binti Nikmatur

16 - Apr - 2023, 11:18

Pengguna TikTok menceritakan pengalamannya bertemu dengan penjual makaroni berkedok sumbangan anak yatim piatu di Taman Bunga Merjosari (foto: @nabilleee_)

JATIMTIMES - Belakangan ini ramai sebuah Video TikTok (vt) seorang perempuan yang menceritakan pengalamannya saat diminta untuk beli makaroni berkedok sumbangan. 

Cerita itu diunggah oleh akun TikTok username @nabilleee_ atau Nabilah. Dalam ceritanya, Nabilah mengaku beberapa hari lalu bermain ke Taman Bunga Merjosari, Kota Malang bersama kekasihnya. Dia bermain ke taman tersebut dengan niat ingin beli jajan di kawasan itu. 

Baca Juga : 6 Ide Hampers Lebaran Cocok Dibagikan Sahabat, Kolega hingga Keluarga

"Aku waktu itu sama cowokku kesana, aku pingin jajan kan, disana emang kayak banyak jajan gitu. Itu tu malam jam 10 malam gitu," cerita Nabilah. 

Nah, pada saat hendak cari bangku untuk duduk di Taman Bunga Merjosari, Nabilah kemudian disamperin oleh lelaki muda. Lalu lelaki muda tersebut bilang "kak misi, boleh minta waktunya sebentar ngga, cuma satu menit aja kok". 

"Trus akhirnya aku sama cowokku yaudah dengerinkan. Kenapa ya mas? Trus habis itu, dia ngomonglah, jadi kita disini, aku sama teman-teman mau jual makaroni. Kita sebenarnya disini lagi galang dana untuk ngasih bantuan buat anak-anak yatim piatu. Tapi tenang aja, disini kita ba minta sumbangan kok. Kata dia gitu. Kita disini mau jual makaroni. Dan kasih tunjuk makaroninya," cerita Nabilah. 

"Dia bilang, nanti kalau kakak beli, kita bisa minta foto ya sama kakak. Kayak gitu. Terus dia kayak buka hpnya, dia nunjukin, ini nih kak, kayak kakak-kakak sebelumnya yang udah beli," lanjut cerita Nabilah.  

Nabilah juga mengaku jika laki-laki muda tersebut dengan sopan meminta foto jika telah membeli makaroni tersebut. Bahkan kekasih Nabilah pun meng-iyakan untuk boleh minta foto. Lalu Nabilah juga bertanya soal harga makaroninya yang ternyata Rp 30 ribu. 

"Pas aku liat di komposisinya itu gak ada (informasi donasi) kayak cuma makaroni polosan aja gitu. Trus abis itu pas aku tanya harga Rp 30 ribu, aku gak mau dong. Karena kan kayak mahal banget untuk makaroni sekecil itu," ungkap Nabilah. 

Nabilah pun akhirnya bilang tidak bawa uang tunai untuk menghindari agar tak beli makaroni tersebut. Namun pemuda yang menjual makaroni itu menyebut jika pembelian bisa dilakukan dengan transfer. 

"Kok dalam hati aku, kok kayak maksa gitu ya. Akhirnya aku bilang juga aku gak ada saldo nih di ATM. Maaf ya. Aku sebenarnya ada, tapi kayak sayang banget makaroni sekecil itu Rp 30 ribu," kata Nabilah. 

"Akhirnya yang sebelumnya mukanya masnya ramah banget, kayak sopan banget, baik, senyum gitu. Tiba-tiba dia mukanya kayak bete gitu," imbuh Nabilah. 

Baca Juga : Fraksi PKS DPRD Kota Malang Dukung Bapenda Tindak Tegas Pengusaha yang Ngemplang Pajak

Sontak cerita Nabilah itu pun menuai perhatian warganet. Tak sedikit warganet yang menyebut telah menjadi korban makaroni Rp 30 ribu juga. 

"Hahah, plis korban makaroni 30 rb jg," @sadg***. 

"Kalo w kena yang kopi 25K perbotol," @introve***. 

"Ihh pernah banget pas di alun-alun batu," @ci**. 

"Pernah juga di krida sama di alun-alun batu jg," @n**. 

"Di daerah UB sampe matos emang banyaknya begituan, di stasiun kadang juga," @**.