Inisiasi Fermentasi Kotoran Sapi dan Limbah Susu, Politisi PDIP Tulungagung Ini Ungkap Manfaatnya

15 - Apr - 2023, 02:00

Proses fermentasi yang dilakukan di wilayah Desa Nyawangan Kecamatan Sendang (Foto: Istimewa/ Tulungagung Times)

JATIMTIMES - Kotoran sapi perah dan bekas susu yang sering dibuang ke sungai di wilayah Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, berakibat tercemarnya air. Akibatnya, air bersih yang dibutuhkan warga terancam jika kegiatan itu tidak dihentikan.

Sosialisasi yang dilakukan tidak cukup menyadarkan masyarakat untuk tidak membuang limbah kotoran hewan ini ke sungai.

Baca Juga : Lakukan 5 Hal Ini Agar Kesehatanmu Terjaga Selama LebaranĀ 

Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Marsono menginisiasi cara lain agar amoniak dan sisa susu yang menjadi limbah ini dimanfaatkan menjadi pupuk.

"Awalnya kita prihatin dengan pembuangan limbah atau kotoran hewan ini yang dibuang ke sungai," kata Marsono, Jumat (14/4/2023).

Proses fermentasi ini berfungsi untuk mengurai bahan-bahan organik yang terkandung dalam kotoran sapi untuk dijadikan sebagai sumber unsur-unsur hara yang stabil dan lebih mudah diserap oleh tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh lebih subur.

"Pupuk hasil fermentasi ini sudah kita gunakan, hasilnya lebih baik dari pupuk pabrikan bahkan," ujarnya.

Starter atau pengurai dalam proses fermentasi ini menurut Marsono menggunakan EM4 (effective microorganisme 4) yang berfungsi memberikan bakteri menguntungkan.

"Pupuk yang dalam bentuk cair ini kemudian dapat digunakan langsung ke lahan," ungkapnya.

Dilihat dari prosesnya, pupuk organik cair atau POC ini merupakan larutan hasil pembusukan dari sisa susu, maupun kotoran sapi yang diproses dengan galon.

Pupuk organik cair tipe ini karakteristiknya tidak jauh beda dengan pupuk organik padat, hanya saja wujudnya berupa cairan. 

Baca Juga : Berburu Oleh-Oleh Khas Samarinda. Nikmatnya Abon Kepiting

"Dengan proses ini, manfaat kotoran ternyata dapat menyuburkan dan tidak dibuang lagi ke sungai. Sehingga sungai kita kualitas airnya menjadi bersih kembali," paparnya.

Komposer yang telah siap dipakai akan berfungsi mengurai sisa pupuk kimia di dalam tanah dan mengurai sisa pupuk organik yang mengeras atau tidak terserap.

"Komposer sendiri berasal dari microorganisme pengembangan EM4 yang dikembangkan dengan media limbah susu dari cucian alat angkut susu. Penggunaannya, komposer dicampurkan dengan limbah kotoran ternak sehingga menjadi pupuk kandang organik cair yang mengandung microorganisme penyubur," bebernya.

Pembuatan POC yang dilakukan dengan memasukkan sisa susu dan kotoran sapi ke dalam galon.

Kemudian diolah dan menjadi cairan yang siap digunakan untuk menyuburkan tanah.

"Dimulai dari hal yang kecil, nanti setelah lebaran kita berencana memproduksi besar-besaran untuk kepentingan penyuburan lahan pertanian," pungkas politisi PDI Perjuangan ini.