Skandal Cinta Segitiga Bondowoso, Driver Ojol Diduga Dibunuh Selingkuhan Istrinya

Reporter

Abror Rosi

Editor

Dede Nana

01 - Dec - 2022, 03:09

Polisi membawa jasad korban ke rumah sakit untuk diautopsi (Foto: Abror Rosi/JatimTimes)

JATIMTIMES - Seorang driver ojek online (ojol) di Bondowoso tewas di rumah kontrakannya di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kota, Bondowoso, Rabu (30/11/2022) kemarin. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban meninggal adalah MS (33) yang merupakan seorang driver ojol. Dia terbunuh di rumah kontrakannya di Jalan Kolonel Sugiono, Gang Jambu, Kelurahan Kademangan.

Wakapolres Bondowoso Kompol Joes Indra Lanawira menjelaskan, kejadian diduga pembunuhan kurang lebih terjadi pada pukul 15.00 WIB. Berdasarkan hasil olah TKP, satu buah pisau diamankan oleh anggota kepolisian. Selain itu salah seorang warga berinisial BD (32) diamankan karena diduga menjadi pelaku pembunuhan. 

Baca Juga : Satpol PP Lumajang Akan Terus Gencarkan Operasi Rokok Ilegal

"Saat ini masih dalam proses penyidikan dan penyelidikan kami," katanya.

Untuk motif pembunuhan sendiri, dia belum mengatakan secara pasti. Karena masih akan dilakukan pengembangan melalui satreskrim. Selain itu, jenazah korban juga sudah dibawa ke RSUD dr Koesnadi, untuk dilakukan autopsi. 

Dari hasil tersebut, baru dapat ditentukan apakah yang menjadi penyebab kematian korban. "Sebab-sebabnya nanti diketahui melalui hasil forensik. Kami tidak bisa menentukan begitu saja," tegasnya.

Sementara itu, saksi mata yang berada di sekitar lokasi, Z mengatakan, sebelum kejadian terduga pelaku memang sudah berada di dalam rumah kontrakan korban. Dia diduga memiliki hubungan terlarang dengan istri korban. Oleh sebab itu, ketika MS pulang sempat terjadi percekcokan antar keduanya. 

Setelah percekcokan tak kunjung usai, sejumlah warga yang mengetahui hal itu pun memutuskan untuk masuk ke rumah kontrakan korban. Ternyata, saat itu korban memang sudah dalam keadaan berlumuran darah. Melihat hal itu, Z yang berprofesi sebagai perawat pun melakukan pengecekan. 

"Ternyata korban sudah tidak dapat diselamatkan lagi," imbuhnya.

Baca Juga : Pembuatan Taman di Pendapa Agung Bangkalan Habiskan Anggaran Rp500 Juta, DLH Berdalih Taman Adalah Hasil Karya Seni

Mengetahui korban sudah meninggal, dia pun menyuruh warga untuk mencegat terduga pelaku yang sudah mau melarikan diri dari tempat kejadian perkara. "Sembari memanggil aparat kepolisian. Kami cegat dulu, agar tidak kabur," pungkasnya.