JATIMTIMES
⚡ AMP
Versi Web

Songgoriti Perlu Ditumbuhkan Lagi agar Ekonomi Warga Tidak Mati

Reporter: Irsya Richa • Editor: Yunan Helmy
📅 28 Februari 2022, 16:55 WIB ⏱️ 3 menit baca

JATIMTIMES - Penutupan Hotel Songgoriti dan Pemandian Air Panas Songgoriti yang sudah berlangsung tiga tahun  berdampak terhadap perekonomian warga di Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu. Turunnya jumlah pengunjung ke kawasan Songgoriti memicu penurunan sektor usaha warga seperti warung atau bisnis makanan kecil.

Karena itu, kalangan DPRD Kota Batu sangat menyayangkan kondisi destinasi yang sempat menjadi favorit kunjungan wisatawan beberapa tahun lalu tersebut. Sama dengan Pemkot Batu, DPRD Kota Batu juga ingin Pemkab Malang menyerahkan Hotel Songgoriti dan Pemandian Air Panas Songgoriti ke Kota Batu agar bisa dikelola dengan baik.

Baca Juga : Pemkot Batu Rayu Serahkan Songgoriti, Tawarkan Pola Kerja Sama

Memang dua aset wisata itu sampai sekarang masih dalam penguasaan Pemkab Malang lewat perusahaan daerahnya, yakni Perumda Jasa Yasa. Ketika Kota Batu lepas sebagai salah satu kecamatan di Kabupaten Malang pada 17 Oktober 2001, semua aset diserahkan ke Pemkot Batu, kecuali Hotel Songgoriti dan Pemandian Air Panas Songgoriti. 

Nyatanya, dua aset wisata itu malah terbangkalai sampai ditutup meski pengelolaannya oleh Jasa Yasa dikerjasamakan dengan pihak lain. 

Ketua DPRD Kota Batu Asmadi mengatakan, jika memang aset Pemkab Malang itu tidak dapat dilepas, setidaknya ada kerja sama bersama Pemkot Batu.  “Kami menunggu kerja sama karena rupanya kawasan wisata Songgoriti tidak bisa dilepas,” ungkap Asmadi. 

Mengapa Kota Batu sangat ingin ada kerja sama pengelolaan wisata Songgoriti? Asmadi mengatakan karena ingin kawasan tersebut kembali beroperasi mendapatkan kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.

Kerja sama yang diinginkan itu adalah membangun kembali wisata Songgoriti supaya tidak lagi terlihat kumuh. “Kalau kotor, kumuh, akhirnya tidak ada yang ke sana. Tidak ada penghasilan. Sudah sounding dengan Ketua DPRD Kabupaten  Malang Pak Darmadi terkait hal ini,” tambah Asmadi. 

Kerja sama menumbuhkan kawasan Songgoriti juga bertujuan agar tidak mematikan perekonomian warga Kelurahan Songgokerto, khususnya di Dusun Songgoriti. “Yang punya wilayah (Pemkot Batu), sayang kalau kondisinya seperti ini. Supaya tergarap lebih baik,” ujar Asmadi.

Asmadi pun menyayangkan proses yang lamban. Padahal, jika Pemkab Malang segera melepaskan aset wisata itu, Kota Batu siap mengelola lebih baik. Tentunya demi meningkatkan perekonomian warga agar memberikan kontribusi pada penghasilan asli daerah (PAD) secara maksimal.

Baca Juga : Perusahaan Pengelola Songgoriti Bangkrut, Sertifikat HGB Malah Diagunkan ke Bank

Asmadi yakin, bila dikelola secara maksimal, wisata Songgoriti akan menarik banyak  pengunjung seperti dulu. Apalagi ini merupakan wisata alam. “Kok lamban? Kami sangat menyayangkan karena kami siap kelola,” tandasnya.

Asmadi menilai, meski wisata Songgoriti sudah cukup lama dikenal, selama ini belum banyak memberi kontribusi bagi pendapatan asli daerah Kota Batu.

Sebenarnya, beragam cara telah dilakukan demi membuat kawasan Songgoriti kembali ramai. Masyarakat bersama kelurahan dan Pemkot Batu telah berupaya menggelar beberapa event  untuk mempromosikan wisata di Songgoriti. Antara lain bersih desa.

Bagaimana sikap Kabupaten Malang atas desakan Kota Batu terkait wisata Songgoriti? Ikuti edisi berikutnya.

Ingin Pengalaman Baca Interaktif?

Nikmati fitur komentar, video liputan, indeks kurs & cuaca terkini di portal web utama.

Buka Versi Lengkap