Ini Ciri-Ciri Korban Hilang yang Disebut Diculik Wewe Gombel

Reporter

Adi Rosul

Editor

Yunan Helmy

15 - Sep - 2020, 11:59

Foto Fatchur Rozi (31), pemuda yang dinyatakan hilang dan dihebohkan diculik wewe gombel. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JOMBANGTIMES - Fatchur Rozi (31) hilang secara misterius pada Senin (15/9) dini hari. Meski ada yang meyakini korban hilang karena diculik wewe gombel, pihak keluarga menyerahkan semuanya ke pihak kepolisian. Keluarga berharap korban kembali dengan selamat.

Paman korban, Gunain (50), mengatakan, keponakannya hilang sejak pukul 03.00 WIB. Korban pertama diketahui tidak berada di dalam rumah oleh ibunya, Paini (52). 

Baca Juga : Mandi Bersama Enam Teman, Dua Anak Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Song Tulungagung

 

Hilangnya putra pertama pasangan Paini (52) dan almarhum Sumadi itu lantas dilaporkan ke pihak Polsek Peterongan oleh Gunain. Keluarga berharap pihak kepolisian bisa membantu menemukan korban.

"Saya sudah laporkan kejadian ini ke pihak berwajib untuk mencari korban. Kemarin secara spiritual sudah dilakukan sebagai ikhtiar," ujarnya saat ditemui wartawan di rumah korban, Selasa (15/9).

Diterangkan Gunain, keponakannya itu sehari-hari kerja sebagai buruh tani. Pria yang masih membujang itu dikenal sebagai sosok yang pendiam. Bahkan, sebelum hilang, korban sering terlihat melamun. "Anaknya ini suka menyendiri, tidak pernah terbuka sama keluarga," ungkapnya.

Korban hilang tanpa membawa kartu identitas diri. Dompet korban dan handphone tertinggal di rumah. Korban terakhir mengenakan kaus warna putih motif merah dan memakai celana panjang warna cokelat.

Gunain menyebutkan, keponakannya memiliki ciri-ciri tinggi 170 sentimer, berkulit putih, dan potongan rambut lurus. "Harapan keluarga, segera pulang anaknya. Bila ada yang menemukan anak dengan ciri-ciri tersebut, tolong diberi tahu. Kasih tahu ke kepala desa maupun polsek setempat," kata Gunain.

Fatchur Rozi dikabarkan hilang secara misterius. Banyak warga yang meyakini bahwa korban telah diculik wewe gombel. Hingga pada Senin (14/9) malam, warga ramai-ramai mencari korban dengan upaya spiritual. Yakni, dengan melakukan tradisi kotekan atau memukul alat-alat dapur layaknya alat musik dengan berkeliling kampung. Warga yang ikut mencari dan meneriaki nama korban.

Baca Juga : Sopir Diduga Ngantuk, Dua Kios Hancur

 

Pencarian berakhir di kebun bambu di belakang rumah korban. Lokasi itu diyakini sebagai tempat korban menghilang. Di lokasi itu pula, sejumlah paranormal melakukan ritual agar korban kembali dengan selamat.

Selain upaya spiritual, keluarga juga melaporkan hal itu ke pihak kepolisian setempat. Pihak kepolisian meminta agar warga tidak terprovokasi isu. "Warga jangan terprovokasi. Kami upayakan dulu. Serahkan semua ke polisi," ujar Kapolsek Peterongan Iptu Sujadi.