Berkaca Kasus di Malang, 400 Karyawan BRI Madiun Ikuti Rapid Test
Reporter
Yuca Dewi
Editor
Yunan Helmy
19 - Jul - 2020, 08:02
Sekitar 30 karyawan BRI Kantor Wilayah Malang terjangkit covid-19. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran adanya kluster baru di Kota Malang.
Terlebih, dari BRI Kanwil Malang, telah ada korban yang meninggal. Korban meninggal itu merupakan unsur pimpinan BRI Kanwil Malang.
Baca Juga : Usai Tunangan, Keluarga Mempelai Terconfirm Covid-19, 50 Warga Di-rapid Test
Berawal dari informasi yang beredar tersebut, muncul kekawatiran masyarakat luas. Sebab, tidak tertutup kemungkinan para pejabat BRI melakukan serangkaian kegiatan ke daerah, termasuk Kota Madiun.
Karena itu, Madiuntimes mengunjungi BRI Cabang Madiun di Jl Pahlawan No 50 Kota Madiun. "Staf dan karyawan (BRI Madiun) sudah melakukan rapid test. Alhamdulillah semua sehat saja sampai hari ini. Untuk detail informasi, silakan ke humas saja," ujar Fitriana Dwi, salah satu pegawai BRI Madiun.
Malik selaku humas BRI Madiun menjelaskan bahwa upaya dan langkah antisipatif membendung covid-19 sudah dilakukan pihaknya. Yaitu dengan melakukan koordinasi bersama beberapa rumah sakit rujukan pemerintah di Kota Madiun untuk segera melakukan langkah antisipasi bagi pekerja bank.
Selain itu, BRI Madiun terus melakukan pemantauan dan pengawasan bagi seluruh karyawan dan staf dalam bekerja sesuai protokol kesehatan.
Kemudian, bila ada karyawan yang memiliki gejala atau indikasi tidak sehat, saat ini BRI akan melakukan tindakan cepat. Di antaranya melakukan observasi dan tes.
Baca Juga : Pemkot Surabaya Salah Data Lagi, Ternyata Seluruh Karyawan RRI Negatif Covid-19
Malik menambahkan bahwa sudah satu minggu ini, semua staf dan karyawan BRI Madiun yang berjumlah 400 orang melakukan rapid test secara berkala. Setiap hari 80 karyawan melakukan rapid test di RSI Madiun.
"Alhamdulillah semua staf dan karyawan sudah kami ikutkan rapid test di Rumah Sakit Islam Madiun. Memang beberapa waktu lalu, kami masih mencari rumah sakit yang tidak terlalu mahal untuk melakukan rapid test. Akhirnya kami sepakati di RSI Madiun. Hasilnya kami belum bisa sampaikan. Masih menunggu hasil dari pihak rumah sakit," ucap Malik.
