Selamatan Sumber Andhong di Kampoeng Wisata De Berran, Dewanti Sebut Pelataran Surga

Reporter

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

17 - Feb - 2019, 09:44

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat menanam pohon dalam selamatan Sumber Andhong di Kampoeng Wisata De Berran, Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. Minggu (17/2/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama organisasi perangkat daerah saat bertandang di Kampoeng Wisata De Berran, Dusun Gondorejo, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. Mereka datang untuk melakukan  selamatan Sumber Andhong, Minggu (17/2/2019).

Jika dari depan, memang tempat itu merupakan tempat wisata kolam berenang. Terdapat beberapa kolam dengan ukuran yang berbeda. Tetapi di balik itu, air yang mengalir di kolam renang itu dari sumber yang letaknya berada dalam satu area. Namanya adalah Andhong, sumber yang mengairi rumah penduduk dan irigasi persawahan.

Karena itu, bentuk syukur atas rahmat berupa sumber daya alam yang melimpah, digelar selamatan sumber. Masakan selamatan sumber yang jadi suguhan itu seperti ingkung.

“Ingkung itu adalah salah satu ubo rampe yang berupa ayam kampung yang dimasak utuh dan diberi bumbu. Ini merupakan ritual keagamaan,” kata Mad Berlin, penggiat lingkungan. 

Ia menjelaskan adanya selamatan sumber ini  sebagai wujud kearifan lokal yang merupakan kekayaan tradisi Indonesia. “Menjaga dan merawat gunung, hutan, dan air, yang merupakan tanggung jawab bersama demi keberlanjutan masa depan,” imbuhnya.

Sementara, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan, dalam bayangannya, tempat wisata yang memiliki sumber itu tidak sebagus seperti aslinya. Bahkan, Dewanti sempat tidak bisa berkata-kata (speechless) melihat keindahan di sumber itu. Menurut dia, itu adalah pelataran surga.

Suara gemericik air dengan sekelilingnya dipenuhi dengan peepohonan dan bambu. “Kalau kata anak-anak milenial, itu speechless. Tidak menyangka ada wisata desa sebagus ini,” ucap Dewanti.

Karena itu, dengan adanya tempat wisata itu, bisa diberikan tulisan berupa sejarah De Berran. “Di negara barat hanya sekadar patung saja, ceritanya luar biasa. Jadi, di sini juga harus ada cerita dan sejarah karena itu yang menjadi orang penasaran,” ujarnya. 

Menurut Dewanti, sumber beserta wisata itu merupakan aset yang luar biasa. Tetapi Pemkot Batu bisa harus melihat aset yang luar biasa tersebut. Yakni air melimpah ruah. 

Dewanti juga mendorong De Berran menjadi wisata yang memiliki standar. Karena itu, harus dimaksimalkan fasilitasnya. Mulai dari toilet hingga sarana kuliner yang disuguhkan. Salah satunya bakso.

“Wisatawan luar kota itu kalau ke Batu atau Malang, carinya bakso. Jadi, kalau bisa, harus ada kuliner baksonya,” terang dia.

Ia pun berharap ke depan wisata desa yang murah meriah itu bisa menjadi jujukan wisatawan. Sebab, bisa berenang langsung dari sumbernya, di sana juga memiliki nilai sejarah. 

Kegiatan yang digelar bersama para penggiat lingkungan itu juga diwarnai dengan penanaman pohon.