Warga Keluhkan Banyaknya Lalat dari Kandang Ayam
Reporter
Muhammad Hujaini
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
21 - Jan - 2019, 08:44
Sebuah kandang ayam di pinggir jalan di wilayah Desa Kenjo, Kecamatan Glagah dikeluhkan warga. Warga mengeluhkan banyaknya lalat yang berasal dari peternakan ayam potong tersebut. Bahkan sebuah restoran harus meliburkan usahanya karena banyaknya lalat yang datang.
Sejumlah warga yang ditemui banyuwangitimes.com menyatakan, lalat-lalat itu bertebaran jika sedang terjadi musim panen ayam. Masa panen ayam potong itu menurut warga antara 35 sampai 40 hari. Kandang ayam itu sudah beroperasi kurang lebih 3 tahun lamanya. “Ini sampai ke perkampungan mas, Sampean bisa melihat langsung ke rumah warga,” kata Jainuri, (53), warga setempat, Senin (21/1/19).
Jainuri menambahkan, warga cukup resah dengan keberadaan lalat-lalat tersebut. Mereka berharap pemilik ternak ayam bisa membasmi lalat-lalat tersebut. Jika lalatnya bisa dibasmi, kata Jainuri, warga tidak mempersoalkan keberadaan kandang ayam tersebut. “Kalau tidak bisa mengobati (lalat) ya harus ditutup, maunya masyarakat begitu,” tegasnya.
Senada dengan Jainuri, Ainamah, seorang pemilik warung di pertigaan jalan tak jauh dari lokasi kandang ayam menyebut, jika sedang panen ayam, sangat banyak lalat bertebaran di sekitar warung miliknya. Hal ini tentu saja membuat warungnya sepi dari pengunjung. Sehingga penghasilannya juga berkurang. “Kalau sedang banyak lalat seperti ini warung sangat sepi,” katanya.
Perempuan ini menyatakan, sebuah rumah makan yang berada beberapa ratus meter di sebelah barat kandang ayam harus meliburkan usahanya. Sebab lalat-lalat itu juga menyebar hingga ke rumah makan tersebut.
Sementara itu, pemilik peternakan ayam, Mujayyin, (60), mengakui banyaknya lalat yang beredar. Namun pihaknya sudah berusaha untuk membasmi lalat yang berasal dari peternakan itu. Bahkan warga Desa Tamansari, Kecamatan Licin ini melakukan penyemprotan sebanyak dua kali dalam sehari. “Biasanya kita semprot setelah magrib atau pagi-pagi sekali,” katanya ditemui di area kandang ayam.
Pria ini menyebut, penyemprotan lalat dilakukan malam hari dan pagi hari agar memperoleh hasil maksimal. Sebab kalau siang hari lalat akan berterbangan saat disemprot. Dia mengakui meskipun sudah disemprot dengan obat setiap hari namun masih cukup banyak lalat yang beredar. “Tapi setiap hari tetap kita lakukan penyemprotan sampai lalatnya habis,” tegasnya.
Pantauan di lapangan, lalat yang beredar di sekitar ternak ayam ini memang sangat banyak. Selain banyaknya lalat, bau dari kandang ayam ini juga sangat menyengat. Apalagi lokasinya berada di tepi jalan poros Banyuwangi – Licin. Pengendara yang melintas di jalan ini pasti merasakan baunya.
