Pamit Salat, Penjual Batagor Campurkuntul Ditemukan Tewas Bugil Di Atas Sumur

Reporter

Anang Basso

Editor

A Yahya

11 - Jan - 2019, 04:37

Petugas lakukan olah TKP dan VER pada tubuh korban Yani / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES

Warga Campurdarat Kabupaten Tulungagung, Kamis (10/01) kembali dibuat geger dengan peristiwa orang meninggal dunia mendadak. Terlebih lagi temuan orang meninggal itu berada di papan atas sumur  di dalam rumah. Kejadian yang menggemparkan itu dipicu kematian Yani (59) warga RT 01/11 dusun Campurkuntul desa / Kecamatan Campurdarat.

Perkara itupun kini ditangani oleh aparat kepolisian. Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kapolsek Campurdarat AKP Nengah Suteja membenarkan kabar adanya peristiwa kematian tersebut. "Benar ditemukan seorang yang diketahui telah meninggal dirumahnya, atau tepatnya di papan yang berada di atas sumur," kata Nengah Suteja.

Menurut Suteja, sekira pukul 12.00 wib Yani bersama istrinya Suparti (59) sedang berjualan Batagor dan Es tebu di tepi jalan raya dusun Bantar desa Campurdarat seperti hari biasa. "Korban ini berpamitan kepada istrinya untuk pulang melaksanakan ibadah salat Duhur namun hingga pukul 15.30 wib korban tudak kembali," ungkap Suteja. 

Karena belum juga kembali ke tempat jualan, Suparti meminta tolong Suyanto (39) pemilik bengkel sepeda yang berada sebelah tempat jualan. "Minta tolong untuk memanggil suaminya karena lama ditunggu belum kembali, nah setelah Suyanto ini tiba di rumah korban dan mengetuk pintu depan tidak ada jawaban," jelas Kapolsek.

Kemudian Suyanto mengintip rumah untuk melihat Yani, dari situlah diketahui jika Yani sudah terbaring telentang di papan di atas  sumurnya  tanpa busana. "Kemudian saksi ini meminta tolong kepada tetangga lain yang kebetulan ada di rumahnya lalu mendobrak pintu depan untuk memeriksa korban," papar Suteja

Saat dilihat bersama, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan setelah dilakukan Visum Et Repertum (VER) oleh team Inavis Polres Tulungagung disimpulkan tidak terdapat tanda penganiayaan pada tubuh Yani. "Menurut keluarganya korban mengidap darah tinggi dan pihak keluarga menerima kematiannya murni karena sakit dan membuat surat pernyataan untuk tidak mempermasalahkan," pungkasnya.