PSK Harus Berambut Blonde, Inilah Fakta-Fakta Aneh Bangsa Romawi

Reporter

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

07 - Jan - 2019, 04:58

PSK Harus Berambut Blonde menjadi simbol rambut kaum barbar pada masa Romawi Kuno. (Sumber: Youtube)

Bangsa Romawi merupakan salah satu kiblat peradaban dunia pada zaman dahulu. Banyak sistem pemerintahan dan hukum yang diterapkan di Romawi dicontoh dan berlakukan di negara lain. Bahkan hingga saat ini.

Selain sistem pemerintahan, banyak fakta di Romawi kuno yang terdengar aneh untuk era sekarang. Berikut ini 10 fakta aneh Romawi kuno yang jarang diketahui.

1. PSK Harus Berambut Blonde 

Kerjaan Romawi dipenuhi orang berambut cokelat dan hitam. Sedangkan blonde menjadi simbol  rambut kaum barbar pada masa itu.

 Karena para PSK  tidak memiliki hak yang sama dengan penduduk biasa lainnya, mereka diwajibkan mewarnai rambutnya jadi blonde untuk membedakan kelas kehormatannya.

2. Kuda Bisa Jadi Politisi

Insistatus adalah kuda favorit salah satu kaisar Romawi, Kaligula. Menurut Swetonius, patung dari marmer dan gading didirikan untuk menghormati insistatus. Kuda juga mengenakan pakaian ungu dan harnes yang terbuat dari batu mulia. Kuda itu juga makan oat dengan serpihan emas dan memantapkan kuda ini menjadi konsultan.

3. Cuci Pakai Urine

Orang-orang Romawi menggunakan urine manusia untuk mencuci pakaian mereka. Pekerja laundry menempatkan pakaian ke bak dan mengisinya dengan air kencing. Kemudian seorang pria naik ke bak dan menginjaknya untuk membasuh noda dan kotoran.

4. Ayah Berhak Membunuh

Suami dari istri yang berselingkuh bisa berbicara kepada ayah dari istrinya dan memintanya untuk membunuh kekasih simpanan istrinya. Menurut hukum Romawi kuno, hanya para ayah yang diperbolehkan membunuh kekasih simpanan anak perempuannya. Terlepas dari apa pun status sosial ekonomi orang tersebut. 

5. Hukuman Ekstrem

Jika seseorang membunuh ayahnya, maka ia harus siap dihukum dengan mata ditutup rapat dan dibawa ke pinggiran kota. Di sana akan ditelanjangi dan dipukuli menggunakan tali logam tanpa ampun. Lalu dimasukkan ke dalam karung  bersama ular, anjing, ayam bahkan monyet. Kemudian akan dilemparkan ke laut dan ditenggelamkan.

6. Minum Darah Gladiator

Ternyata orang-orang Romawi kuno meminum darah gladiator yang telah tewas. Kepercayaan ini menurut bangsa Romawi merupakan ritual agar seseorang lebih kuat dan sebagai obat epilepsi. Beberapa penulis Romawi menggambarkan bagian darah gladiator yang dikumpulkan setelah tewas dalam perkelahian. Darah tersebut lantas dijual untuk sebagai obat. 

7. Menangis di Pemakaman 

Sejak adanya isak tangis berlebihan dari aktor sewaan yang menangis di pemakaman, pemerintah Romawi  berpikir itu dangat mengganggu. Akhirnya pemakaman dibuat pertunjukan publik, bukan acara pribadi yang menyedihkan. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya aktor-aktor bayaran. Dalam hal ini menangis dilarang keras dalam pemakaman.

8. Tradisi Minum Racun

Pada akhir abad ke-1, para kaisar Romawi mengenalkan tradisi minum racun dalam jumlah kecil kehidupan sehari-hari. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan kekebalan. Dalam beberapa keadaan, bunuh diri dengan minum racun dianggap sebagai pemikiran yang cermat. 

Raja-raja terkadang menyimpan racun agar dipakai saat keadaan memburuk. Dan yang sakit dianjurkan meminum racun untuk menyudahi penderitaan.

9. Pakaian Warna Ungu

Bangsa Romawi dapat dinilai dari pakaian yang mereka kenakan. Semua nuansa cokelat, kuning, abu-abu, dan hitam. Itu adalah warna alami dari bulu domba yang dianggap sebagai tanda kemiskinan. Sedangkan warna merah, ungu, dan hijau adalah warna mahal yang dianggap sebagai simbol kekayaan dan bangsawan. 

Pakaian ungu tinggi derajatnya dan diperuntukkan untuk orang terpilih. Sedangkan orang biasa dilarang keras menggunakan warna ungu.

10. Tumbal Dewa Yupiter

Dalam masyarakat Romawi kuno, sambaran petir dipandang sebagai tindakan Dewa Yupiter. Jika ada sosok yang tersambar, itu bukan karena nasib sial. Tapi karena sang dewa yang membencinya. 

Tetapi jika ada saudara yang tersambar petir secara legal, dilarang mengangkat jasad di atas batas dengkulnya serta dilarang menguburnya. Jika tetap dilakukan, berarti mencuri korban dari Dewa Yupiter.