Tsunami Selat Sunda Bikin Trauma, Kunjungan Wisatawan ke Pantai Selatan Turut Menyusut

Reporter

Dede Nana

Editor

A Yahya

01 - Jan - 2019, 01:35

Pantai Balekambang terdampak peristiwa Tsunami Selat Sunda yang membuat pengunjung terlihat menyusut dibanding tahun lalu (dok MalangTIMES)

Bencana alam berupa tsunami di Selat Sunda beberapa pekan lalu, masih menyisakan trauma pada masyarakat. Diikuti dengan berbagai kiriman video hoax di berbagai platform media sosial (medsos) mengenai tsunami yang terlihat seolah-olah terjadi secara beruntun di berbagai wilayah pantai. Setelah kejadian tsunami di selat sunda yang memakan korban jiwa ratusan orang. 

Hal tersebut, membuat masyarakat yang biasanya memadati wisata pantai untuk merayakan pergantian tahun. Terlihat menyusut atau berkurang dibandingkan dengan tahun lalu. Seperti yang terlihat di pantai selatan Balekambang, Kabupaten Malang. 

Dari pantauan beberapa narasumber MalangTIMES, pantai Balekambang yang biasanya sudah mulai dipadati kendaraan dan wisatawan sejak siang sampai sore hari. Terlihat begitu sepi dibanding dengan tahun lalu. "Sepi, mas, tidak seperti tahun lalu ramai banget. Padahal nanti katanya akan ada acara hiburannya di sini. Mungkin, karena peristiwa Tsunami kemarin itu," kata Tajudin Ahmad (41) warga Kepanjen yang datang bersama keluarganya ke pantai Balekambang,  Senin (31/12/2018). 

Tajudin melanjutkan, sebenarnya dirinya ingin membatalkan acara ke pantai. "Tapi anak-anak ingin ke sini dan ngotot. Terus dari informasi di sini juga aman. Walaupun saya tetap mengawasi ketat anak-anak ini," ujarnya. 

Senada dengan yang disampaikan Bachrudin yang datang dengan pasangannya. Dirinya menyatakan, memang sebenarnya masih was-was datang ke pantai. "Tapi, adanya informasi dari petugas di Balekambang ini aman maka kami ke sini. Lihat situasi dan kondisi saja nanti," ujarnya yang rencananya akan menginap di Balekambang. 

Menyusutnya pengunjung ke pantai Balekambang kuga dibenarkan oleh beberapa relawan yang bertugas di wilayah pantai selatan. Misalnya dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang yang menyatakan, dari pantauan mereka pantai Malang selatan memang terbilang sepi pengunjung. "Dimungkinkan karena khawatir terjadi tsunami seperti di selat sunda. Apalagi kemarin Kabupaten Malang juga diguncang gempa walau tidak berdampak banjir atau rob. Aman sebenarnya," ujar Muji Utomo Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang. 

Pernyataan aman dari beberapa pihak terkait atas kondisi wilayah pantai malang selatan. Ternyata masih belum ampuh untuk membuat masyarakat berduyun-duyun ke pantai seperti biasanya. 

Bahkan, pernyataan Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Jasa Yasa Ahmad Faiz Wildan mengenai kondisi dua pantai yang dikelolanya, yaitu Balekambang dan Ngliyep aman. Belum bisa menentramkan masyarakat. "Insya Allah aman di dua pantai yang kita kelola. Kita juga tetap akan melehat hiburan menarik nanti untuk merayakan pergantian tahun," ucap Wildan. 

Wildan sejak jauh hari memang telah mempersiapkan berbagai atraksi menarik sekaligus melengkapi berbagai fasilitas spot-foto baru bagi pengunjung di dua pantai favorit yang dikelola pihaknya. Harapan besar bisa meraul pengunjung sekitar 1.000 orang di pantai Balekambang, memang terbilang sulit dengan adanya psikologi traumatik atas kejadian tsunami selat sunda dan banten. "Tapi sekali lagi Insya Allah aman. Karenanya kita tetap akan menyelenggarakan hiburan bertema Senang di Balekambang ini, " pungkas Wildan.