Berbicara mengenai ketahanan pangan secara njlimet dalam berbagai diskusi atau simposium, bagi masyarakat perdesaan tentu bukan sesuatu yang menarik. Bagi mereka yang paling menggugah adalah hasil akhir yang bisa mereka lihat atau nikmati.
Hal ini pula yang terjadi di berbagai wilayah perdesaan, saat program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) mulai masif dijalankan di Kabupaten Malang sekitar tahun 2011 lalu.
Bagi masyarakat perdesaan, sebut saja di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, awalnya begitu sulit untuk menjalankan program KRPL sebagai salah satu pendukung terwujudnya ketahanan pangan. Tapi, saat mereka mengetahui secara langsung manfaat dari KRPL beserta hasilnya, secara bersama-sama mereka terpacu untuk melakukan hal sama.
Karenanya, kata Hj Jajuk Rendra Kresna Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, saatnya seluruh anggota untuk memulai memberikan contoh nyata dalam gerakan KRPL yang telah dijadikan sebagai program wajib sampai tingkat desa.
"Mulai berbuat dan beri contoh masyarakat. Ketahanan pangan bukan hanya tugas petani saja, tapi PKK khususnya Pokja 3 juga sama memiliki kewajiban untuk itu," kata Jajuk Rendra Kresna dalam setiap kunjungan ke desa-desa maupun kegiatan KRPL.
KRPL sebagai langkah awal menguatkan ketahanan pangan, cukup dimulai dari pekarangan rumah maupun di berbagai tepi jalan wilayah sekitar. Selain bisa dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari, juga bisa menambah pendapatan warga yang menanam berbagai sayuran dalam program KRPL tersebut.
Sugiono Sekretaris Desa (Sekdes) Sanankerto, Turen menyatakan, warganya kini telah bisa merasakan manfaat ekonomi dari KRPL. "Setiap hari mereka bisa mendapatkan tambahan penghasilan 50 ribu rupiah dari KRPL. Selain tentunya kebutuhan mereka sehari-hari atas sayuran bisa tercukupi. Tidak perlu lagi membeli seperti dulu," ujarnya.
Dari manfaat KRPL tersebut, lanjut Sugiono, kini warga desa tidak membiarkan lahan pekarangan rumahnya kosong. Hampir seluruh lahan sampai di tepian jalan Desa Sanankerto Rt 12 Rw 03 atau lebih dikenal dengan sebutan kampung rolas, dipenuhi berbagai macam tanaman sayuran dan buah-buahan. Dengan medium polybag yang ditata sedemikian rupa dan menghasilkan pemandangan yang hijau dan asri.
"Hasilnya kampung rolas juga dikenal KRPL nya di tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim). Masuk dalam tiga besar lomba KRPL," ujar Sugiono.
Desa Sanankerto adalah salah satu contoh keberhasilan KRPL untuk mendukung program ketahanan pangan. Banyak desa lain di Kabupaten Malang pun yang warganya telah memiliki kesadaran terhadap manfaat KRPL.
Di Pagelaran pun beberapa desa telah melaksanakan program KRPL tersebut. Girimoyo, Karangploso, wilayah Kromengan serta Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, dimana KRPL digerakkan oleh PKK. Seperti anjuran yang disampaikan Jajuk Rendra Kresna.
Lilis Ketua PKK Purwodadi menyatakan, warga bersama-sama bergerak memanfaatkan pekarangan rumah, pagar hidup, jalan desa, fasilitas umum, lahan terbuka hijau untuk ditanami berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Seperti kacang panjang, bayam, terong, tomat, timun dan lainnya.
"Hasilnya, kita jual di pasar rakyat setiap malam Minggu. Pasar rakyat ini dalam upaya mendukung hasil dari KRPL juga," ujar Lilis.
KRPL juga secara langsung mendukung tiga program strategis Kabupaten Malang. Baik di program pengentasan kemiskinan, dimana warga mendapatkan pendapatan tambahan lumayan besar. Di sektor pariwisata pun KRPL bisa dikembangkan sedemikian rupa. Sedangkan dalam program lingkungan hidup, adanya KRPL telah membuat permukiman menjadi asri, bersih dan hijau.
Maka, bila seluruh desa di Kabupaten Malang bergerak maksimal dalam KRPL, ketahanan pangan akan semakin terjamin.
"Mulai dari pekarangan rumah masing-masing. KRPL bisa menjadi pendukung ketahanan pangan," pungkas Jajuk.