Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru Sebut Kebakaran Padang Savana Bromo Akibat Api Unggun Warga
Reporter
Nurlayla Ratri
Editor
Heryanto
04 - Sep - 2018, 04:28
Kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS) sudah berhasil dipadamkan.
Sedikitnya 65 hektare padang savana dan bukit teletubbies hangus dilahap si jago merah. Meski demikian, pihak Balai Besar TNBTS masih bersiaga mengantisipasi munculnya titik api susulan.
Berdasarkan catatan Balai Besar TNBTS, pada hari pertama terjadinya kebakaran terjadi di 8 titik, namun memasuki hari kedua titik kebakaran bertambah menjadi 274 titik. Namun pada Senin (3/9/2018) pagi, kebakaran terpantau berkurang menjadi enam titik.
Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie mengungkapkan, kebakaran tersebut diduga akibat masyarakat sekitar yang mengambil kayu bakar, memburu burung, atau mengambil tanaman obat di kawasan tersebut. Namun personil kepolisian dari Polres Malang masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut.
"Kebakaran terjadi pada pagi hari, kemungkinan saat malam ada warga yang menyalakan api unggun, apinya masih tersisa," kata John Kenedie dalam siaran pers. Angin kencang yang terjadi di kawasan tersebut membuat api cepat menyebar.
John menjelaskan, kebakaran hutan terjadi pada elevasi 45-60 derajat berupa 85 persen savana dengan ketebalan 85 hingga 150 centimeter.
BB TNBTS berupaya agar kebakaran tidak menyebar di kawasan jemplang, mengingat lokasi tersebut merupakan ekosistem satwa langka sepeti macan tutul dan elang Jawa.
Menurut John, kebakaran serupa juga sempat terjadi di kawasan TNBTS pada 2014 silam. "Kami berupaya keras kebakaran jangan sampai menyebar ke tempat tinggal satwa di TNBTS. Di savana yang terbakar ini menjadi tempat tinggal burung Branjangan," ungkap pria asal Palembang ini.
Upaya pemadaman secara manual terus dilakukan agar api segera padam. Selain personil BB TNBTS, pemadaman juga dibantu personil TNI, Polri, pelaku pariwisata, serta warga sekitar. "Saya senang, warga Tengger di sekitar Desa Ngadas juga membantu proses pemadaman," imbuhnya.
