Kasus Penyekapan Tiga Anak di Bululawang, Ternyata Ini Penyebabnya
Reporter
Dede Nana
Editor
Yunan Helmy
04 - Jan - 2018, 02:20
Sedikit demi sedikit, akhirnya terkuak juga penyebab penyekapan tiga anak oleh ibu kandungnya di wilayah Bululawang.
Dari beberapa penuturan narasumber MalangTIMES, baik dari Romli -ayah tiga anak bernama Kamelia Nawal (13), Zakiah Salsabila (11), dan Dhorifa Nur Zahro (6)- maupun dari Polsek Bululawang, terkuak penyebab kasus yang menghebohkan tersebut.
Kesaksian Romli, mantan suami Alikah, ibu dari tiga anak yang disekap tersebut, diawali perceraian yang melanda bahtera keluarga mereka. Menurut Romli, dia menceraikan istrinya karena dilaporkan memerkosa anak-anaknya sendiri.
"Waktu itu Alikah melaporkan saya ke polsek. Tapi karena tidak ada bukti, dia lapor lagi ke polres. Tapi tidak ditindaklanjuti karena laporannya tidak ada dasar dan bukti," kata Romli, Rabu (03/01/2018) yang juga dibenarkan oleh anggota Polsek Bululawang.
Ternyata, setelah diusut, laporan dari Alikah terhadap suaminya ini hanya didasarkan pada halusinasinya. Halusinasi ini pula yang terus terjadi sehingga Romli memutuskan untuk menceraikan Alikah.
Ternyata, perceraian tersebut tidak membuat halusinasi Alikah menghilang. Ketakutan berlebihan terhadap anak-anaknya yang dibayangkan diperkosa semakin menjadi. Walaupun perlakuannya terhadap tiga anaknya tetap seperti seorang ibu pada umumnya.
"Alikah tetap memperlakukan normal ketiga anaknya. Tapi ketakutan atas bayangannya yang membuatnya menjadi overprotektif. Tiga anaknya tidak bokeh sekolah dan bermain di luar," terang Kapolsek Bululawang Kompol Supari.
Sikap normal Alikah kepada ketiga anaknya tersebut terlihat secara dramatis pada saat upaya paksa yang dilakukan petugas dan muspika kecamatan serta warga saat pembebasan penyekapan, (02/01) kemarin. Tiga anaknya menangis keras sambil memanggil-manggil ibunya yang dibawa ke RSJ Lawang setelah diperiksa oleh tim kesehatan karena mengalami gangguan jiwa.
Dari beberapa keterangan warga sekitar, sikap Alikah tidak ada yang mencurigakan. Dia sehari-hari bekerja menjahit di rumahnya untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari. Sebelumnya Alikah juga pernah menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI). "Ya terlihat normal saja, Mas. Walau jarang terlihat keluar. Kalau keluar, hanya beli bahan masakan. Itu pun kalau ada penjual keliling di depan rumahnya," ujar salah satu tetangganya.
Sampai saat ini, Alikah yang dinyatakan mengalami gangguan jiwa ini masih berada di RSJ Lawang dalam proses perawatan. Tidak ada yang mengetahui penyebab pasti penyakit yang dideranya sehingga melarang tiga anaknya untuk sekolah dan bermain di luar rumah sampai hampir satu tahun. Bahkan, Alikah menutup jendela dan lubang di rumahnya sehingga tidak ada cahaya yang masuk.
Dari keterangan lain yang didapatkan, beberapa kemungkinan yang jadi penyebab Alikah mengalami gangguan jiwa bisa dari peristiwa dirinya mengalami kecelakan sepeda motor. Atau pun, pernah mengalami masa-masa suram saat berada di luar negeri menjadi TKI. "Kita tidak bisa memastikannya. Tapi sikap overprotektif-nya semakin tampak sejak dirinya bercerai," ujar Supari.
Romli pun tidak mengetahui secara pasti penyebab mantan istrinya mengalami penyakit tersebut. "Tidak tahu, Mas. Saya yang setiap dua minggu sekali menengok anak-anak juga tidak terlalu tahu," ujarnya. Yang pasti, kini anak-anaknya yang mengalami trauma telah bisa tertawa. "Setelah kejadian, anak-anak bersama saya," imbuh Romli. (*)
