Gayatri 2 : Gunung Budeg, salah Satu tempat Penting bagi Gayatri
18 - May - 2017, 11:59
Gaung Tulungagung menjadi Kota Bhinneka dan Peradaban kian menggema.
Hal ini tidak hanya ditunjukkan mulai maraknya tema-tema kebhinnekaan dalam diskusi dan perbincangan, namun juga ditunjukkan oleh temuan bukti sejarah.
Belum lama ini, tepatnya bulan Februari 2017, di gunung Budeg Tulungagung ditemukan relief Butakala.
Menurut ahli sejarah Tulungagung, relief ini merupakan pintu gerbang pertapaan. Tujuan dari relif Butakala adalah untuk menjaga orang yang bertapa di bawahnya supaya tidak diganggu makluk yang menyesatkan.
Kaitannya dengan kota Bhinneka, Gayatri, yang disinyalir merupakan arsitek Bhinneka Tunggal Ika yang pernah diberitakan Tulungagung TIMES sebelumnya, juga pernah melakukan meditasi di tempat ini.
“Diperkirakan pertapaan Gayatri itu ada di sini” kata Agus (56), pokdarwis gunung Budeg pada Tulungagung TIMES, Rabu, 17/5/2017.
Bukti gunung Budeg ini merupakan tempat pertapaan era Majapahit juga diperkuat dengan berbagai temuan perabot dan pondasi bangunan kuno yang memiliki ciri-ciri bangunan Paguron, termasuk goa yang sudah tertimbun tanah.
“Ada pondasi batu bata kuno era Majapahit, yang menurut ahli sejarah Tulungagung dikatakan di sinilah tempat paguron atau tempat menimba ilmu. Selain itu ditemukan pecahan tembikar, uang logam Cina, candi, serpihan tulang manusia, dan informasi dari serat Darmogandul dan serat lain” imbuh Agus.
Agus juga mengisahkan keberadaan gunung Budeg bila dilihat pada peta Tulungagung tepat berada pada posisi tengah.
Dalam mitologi Jawa, dikenal dengan paham kiblat papat limo pancer. Jadi secara fisik, keberadaan gunung Budeg merupakan titik tengah wilayah Tulungagung.
“Gunung budeg itu ada di titik tengah, titik nol. Dalam mitologi jawa dikenal dengan kiblat papat limo pancer. Soko gurunya Tulungagung ada di sekirar gua pasir ke barat sampai ke gunung Budeg, ke utara sampai candi Gayatri, dan Ke timur sampai candi Sanggrahan” imbuhnya.
Ditanya harapan, Agus mengajak semua pihak untuk besama-sama mengangkat nama Tulungagung.
“Tulungagung ini sangat kaya sejarah, kaya peninggalan. Seyogyanya semua pihak kerjasama, bagaimana tulungagung ini bisa push, satu kota yang benar-benar dipopulerkan kota Bhineka yang berperadaban” pungkasnya.
