IKIP Budi Utomo Malang Bentuk Pusat Studi untuk Kawasan Indonesia Timur

16 - Aug - 2016, 06:02

Rektor bersama para pengurus PUSKITDIKDAYA pada saat launching Senin(15/8/2016) (Foto : Hesti Kusuma Wardhani/MalangTIMES)

Wajib belajar sembilan tahun sepertinya sudah tidak bisa lagi jadi tolok ukur minimal pada jenjang pendidikan di zaman sekarang.

Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sudah menjadi keharusan agar bisa mengikuti laju perkembangan zaman. 

Kawasan Indonesia Timur yang memiliki banyak potensi membuat IKIP Budi Utomo Malang membentuk sebuah lembaga yang bertujuan untuk mempercepat para siswa SMA agar bisa mendapatkan pendidikan tinggi melalui  Pusat Studi Kawasan Indonesia Timur untuk pendidikan dan kebudayaan (PUSKITDIKDAYA). 

"Agar kesenjangan dalam bidang pendidikan di Indoensia segera terkikis kami memberikan solusi pemecahan atas dasar kajian akademik yang kemudian bisa menjadi database untuk bisa digunakan sebagai tukar menukar informasi, melalui PUSKITDIKDAYA ini," terang  Nurcholis Sunuyeko, Rektor IKIP Budi Utomo Malang usai melaunching PUSKITDIKDAYA di Kampus C IKIP Budi Utomo, Jl Citandui 45 Malang, Senin (15/8/2016) malam.

Dirinya berharap IKIP Budi Utomo  bisa jadi pionir salah satu Universitas di Indonesia yang memperhatikan pendidikan dan kebudayaan di kawasan Indonesia Timur. 

Selain itu dia berharap Puskitdikdaya ini dapat menyelesaikan kesenjangan dan sikap saling toleransi antar budaya semakin terjalin.

 "Dari situ akan terwujudlah sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia", tambahnya.