Inilah Tradisi Madura Sebelum Ariel Dikhitan

Reporter

Busri Toha

Editor

Redaksi

24 - Feb - 2016, 04:35

Doa rokat sebelum anak dikhitan. (foto : Busri Toha / SumenepTIMES)

Madura memiliki banyak tradisi warisan nenek moyang yang tetap dilestarikan hingga kini. Salah satunya, tradisi sebelum anak yang belum baligh dikhitan atau disunat.

Muhammad Ariel, putra pasangan Heri dan Maryatun, warga Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (24/2/2016) hari ini, akan dikhitan. Sebelum dikhitan, terlebih dahulu digelar ruwatan atau selamatan dengan menyembelih seekor ayam kampung.

Ayam tersebut dibacakan doa khusus rokat. Para tetangga berdatangan ikut mendoakan. Setelah selesai dihidangkan, tulang-tulang ayam itu tidak boleh dibuang sembarangan. Tetapi, dikubur di tengah-tengah halaman rumah. Tak ada penjelasan mengapa harus di kubur.

KH Sobri, tokoh masyarakat, sebelum membacakan doa rokat mengatakan, mengkhitan anak adalah suatu keharusan. Anak sebelum baligh disunat tetapi digelar doa bersama sebelum berangkat di sunat ke dokter.

"Semoga Muhammad Ariel yang akan dikhitan sekarang ini, akan menjadi anak sholeh yang berbakti kepada kedua orang tuanya, agama dan bermanfaat buat bangsa dan negara kita," harapnya. (*)