Cuaca Ekstrem Melandai, Jalur Pendakian Gunung Panderman dan Gunung Bokong Dibuka Kembali Mulai Hari Ini
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
A Yahya
29 - Jan - 2026, 04:59
JATIMTIMES – Kabar gembira datang bagi para pencinta alam dan penggiat aktivitas outdoor. Setelah sempat ditutup akibat terjangan cuaca ekstrem, jalur pendakian Gunung Panderman dan Gunung Bokong di Kota Batu resmi dibuka kembali untuk publik terhitung mulai Kamis (29/1/2026) hari ini.
Berdasarkan informasi resmi media sosial buthak_panderman_mountain milik Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Tani, keputusan pembukaan kembali dua jalur pendakian favorit tersebut diambil setelah evaluasi mendalam terhadap kondisi cuaca di lapangan yang dinilai sudah mulai stabil dan aman bagi keselamatan para pendaki.
Baca Juga : Pohon Setinggi 12 Meter Tumbang, Hambat Akses Jalan di Pakisaji
Ketua LMDHWana Tani, Ahmad Syaifudin, membenarkan bahwa operasional pos pendakian sudah mulai aktif melayani para pendaki tepat sejak pergantian hari.
"Betul, jalur pendakian buka kembali mulai 29 Januari 2026 pukul 00.00 WIB. Melihat kondisi cuaca yang mulai membaik di kawasan puncak, pendakian Gunung Panderman dan Gunung Bokong bisa dibuka," terang Ahmad Syaifudin saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2026).
Sebelumnya, dua gunung ikonik di Kota Wisata ini sempat ditutup total sejak 18 Januari 2026 lalu. Penutupan tersebut dilakukan lantaran badai dan hujan lebat yang mengguyur wilayah Batu dinilai terlalu berisiko bagi keselamatan nyawa pendaki. Terlebih, sempat dilaporkan adanya kelompok pendaki yang terpaksa putar balik akibat terjebak badai di jalur pendakian.
Sebagai informasi, Gunung Panderman yang memiliki ketinggian 2.045 mdpl memang menjadi jujugan bagi pendaki pemula maupun lokal. Selain jalurnya yang relatif bersahabat, akses menuju pos pendakiannya pun sangat strategis, hanya terpaut sekitar 10 hingga 15 menit dari jantung Alun-Alun Kota Batu. Begitu pula dengan Gunung Bokong setinggi 1.746 mdpl yang sering menjadi alternatif pendakian singkat.
Meski dua jalur tersebut sudah bisa dijajal kembali, pria yang akrab disapa Udin ini memberikan catatan penting terkait jalur pendakian Gunung Buthak. Hingga detik ini, gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan Blitar tersebut masih tertutup rapat bagi aktivitas pendakian.
"Untuk jalur pendakian Gunung Buthak saat ini belum dibuka karena masih dalam proses pemulihan ekosistem," imbuh Udin. Pihaknya meminta pendaki untuk bersabar dan mematuhi aturan ini demi kelestarian alam.
Baca Juga : Islamisasi, Intrik, dan Dendam di Brang Wetan: Kisah Kiai Posong, Menak Sopal, dan Batoro Katong
Dengan dibukanya kembali jalur ini, diharapkan geliat wisata alam di Kota Batu kembali bergairah, tentunya dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan dan menjaga kebersihan lingkungan gunung.
Gunung Buthak, yang memiliki ketinggian mencapai 2.868 mdpl, dinilai membutuhkan waktu pemulihan lebih lama pasca-penutupan akibat cuaca buruk sejak 17 Januari lalu. Selain faktor keselamatan, pemulihan ekosistem menjadi alasan utama agar vegetasi dan jalur pendakian yang sempat terdampak cuaca ekstrem bisa kembali asri sebelum nantinya dibuka untuk umum.
Pihak pengelola pun tetap mengimbau kepada para pendaki yang hendak menuju Panderman maupun Bokong agar tetap waspada dan menyiapkan perlengkapan yang memadai. Mengingat anomali cuaca yang terkadang sulit diprediksi, kesiapan fisik dan peralatan menjadi keharusan.
