MALANGTIMES - Banyak orang yang ragu-ragu minum kopi karena takut pada cita rasa pahit yang muncul. Sementara bagi pemula, beragam teknik penyeduhan kopi juga kerap membuat kebingungan menentukan pilihan. Tapi di Coffee Times yang berlokasi di lantai dua Pasar Terpadu Dinoyo, Kota Malang, pengunjung bisa terlebih dulu mencari informasi soal kopi yang diinginkan sebelum menentukan pesanan.

Setidaknya ada tiga teknik penyeduhan yang ditawarkan kafe baru di kompleks Terminal Kopi Malang itu. Mulai dari tradisional seperti kopi tubruk, hingga yang kekinian seperti teknik V60 maupun Vietnam Drip. 
 

1. Kopi Tubruk 

Kopi tubruk barangkali bisa disebut sebagai salah satu teknik penyeduhan kopi paling klasik. Disebut tubruk, karena adanya kesan "tabrakan" antara bubuk kopi dengan air mendidih yang dituang ke dalam gelas. Cara membuatnya yang simpel dan tidak membutuhkan alat khusus, justru menciptakan sensasi tersendiri. Yakni meruapnya aroma kopi segar yang bersama kepulan uap air dalam gelas. 

Bagi pemula yang ingin merasakan cita rasa kopi, bisa meminta takaran khusus untuk jumlah bubuk kopi yang disajikan. Karena, sedikit banyak bubuk mempengaruhi kekentalan kopi yang akan dinikmati. Di Coffee Times, pengunjung juga bisa menyesuaikan sendiri jumlah gula yang ditambahkan ke gelas. Jadi, mau manis atau pahit, bisa ditentukan sendiri.
 

2. V60 

Salah satu alat dan metode penyajian kopi yang populer ditemui di banyak coffee shop adalah V60 yang juga termasuk penyeduhan manual. Dengan treatment khusus mulai suhu air yang dipakai hingga teknik penyeduhan, kopi yang dihasilkan bakal lebih aromatik dan bersih. Selain itu, V60 juga bisa menonjolkan karakter tertentu yang dimiliki masing-masing jenis biji kopi. 
 

3. Vietnam Drip 
 

Bagi pemula yang ingin menyesap kopi yang lebih lembut dengan paduan susu atau krimer, bisa mencoba Vietnam Drip di Coffee Times. Penyeduhan kopi ingin juga menggunakan alat seduh khusus yang menghasilkan ekstrak kopi lewat tetesan. Tak hanya cita rasa khas yang disajikan, tampilan Vietnam Drip juga disukai karena lebih artistik dan cocok untuk membuat konten media sosial.