MALANGTIMES - Di luar ekspektasi, hingga bulan Agustus 2019 pendapatan pajak rumah makan sudah mengalami surplus. Hal ini tentunya menjadi torehan prestasi tersendiri bagi Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mengelola penhasilan pajak daerah.

Kepala Bapenda Kabupaten Malang, Dr Purnadi menjelaskan, pada tahun 2019 ini target pajak rumah makan dipatok memperoleh minimal Rp 3. 527. 085. 528. Namun di sepanjang bulan Januari hingga Agustus lalu, pendapatan pajak rumah makan sudah melampaui dari target yang sudah ditentukan.

”Berdasarkan catatan terakhir, yakni hingga bulan agustus lalu. Pendapatan pajak rumah makan sudah memperoleh Rp 3. 579. 264. 904,” kata Dr Purnadi kepada MalangTIMES.com.

Dari torehan prestasi tersebut, sebelum tutup buku pada empat bulan mendatang. Bapenda Kabupaten Malang sudah mengalami surplus di bidang pajak kategori rumah makan mencapai Rp 52. 179. 376. ”Meski sudah melampaui target yang sudah ditentukan, namun kami akan tetap mengoptimalkan sektor ini (rumah makan) agar bisa mendongkrak pendapatan daerah,” tegas pria yang identik menggenakan kaca mata ini.

Dr Purnadi melanjutkan, jika dirata-rata pendapatan pajak rumah makan di setiap bulannya memperoleh penghasilan nyaris Rp 500 juta. Misalnya pada bulan Agustus lalu, Bapenda Kabupaten Malang sanggup memperoleh pemasukan dari sektor pajak rumah makan mencapai Rp 481. 913. 066.

”Jika mengacu pada data tahun 2018 lalu, kami optimis pajak di sektor ini (rumah makan) bisa surplus hingga 60 persen,” ungkap Mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang ini.

Perlu diketahui, dalam pengelolaannya pajak rumah makan masuk dalam kategori pajak restoran. Dimana didalam pajak restoran dibagi menjadi dua sektor. Yakni pajak rumah makan dan katering.

Dari data yang dihimpun Bapenda Kabupaten Malang, di tahun 2018 lalu pajak restoran ditarget memperoleh Rp 4,5 milyar. Kenyataannya hingga tutup buku, sektor pajak restoran memperoleh pendapatan mencapai Rp 7,2 milyar, atau surplus sekitar 61 persen dari target yang sudah ditentukan.

”Jika dibanding dengan tahun 2018 lalu, target pajak restoran memang meningkat sekitar Rp 200 juta. Tapi saya kira itu bukan hambatan, kami tetap optimis pendapatan disektor ini bakal kembali surplus,” tutup Dr Purnadi.