MALANGTIMES - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa berharap keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan perekonomian desa. Salah satunya dengan memanfaatkan program kuliah kerja nyata (KKN). Tapi bukan seperti kisah horor KKN di Desa Penari yang tengah viral, Khofifah berharap KKN bisa menyasar desa-desa berpotensi.

Dalam unggahan di akun Instagram resminya, Khofifah memberikan contoh sejumlah desa yang telah berdaya dan memiliki pendapatan miliaran rupiah per tahun. Dia pun mengajak semua elemen untuk membangun desa. "Monggo sareng makaryo bangun deso. Pemprov Jatim target entaskan desa tertinggal di Jatim tahun 2020," tulisnya.

"Tahun ini (2019) masih tersisa 361 desa tertinggal, kita ikhtiarkan menjadi desa berkembang," tambahnya. 

Pemprov Jatim juga telah menyalurkan bantuan keuangan untuk 135 desa di Jawa Timur. Desa-desa tersebut mendapatkan dana interfensi dengan total anggaran Rp 14,3 miliar di sejumlah kabupaten. Misalnya di Kabupaten Bangkalan, Kediri, Bojonegoro, Trenggalek, Jombang, dan Pasuruan. 

Dia juga menyampaikan profil-profil desa yang sudah berhasil menggerakkan ekonomi secara mandiri. "Contoh sukses desa maju mandiri misalnya Pujon Kidul dan Sanankerto di Kabupaten Malang serta Watu Rumpuk Madiun. Tentu masih banyak lainnya," sebutnya.

Dari foto yang ditampilkan Khofifah, tampak keindahan serta gambaran singkat keberhasilan desa-desa tersebut. Misalnya untuk BUMDes Kerto Raharjo di Desa Sanankerto, Turen, Kabupaten Malang, yang berhasil mengantongi laba Rp 1,45 miliar pada 2018. Dengan mengandalkan Eko-Wisata Boon Pring, desa tersebut telah menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp 437 juta. Juga BUMDes Sumber Sejahtera di Desa Pujon Kidul, Pujon, Kabupaten Malang yang pada 2019 ini menargetkan pendapatan Rp 2,5 miliar. 

Selain itu, Khofifah  mencanangkan kerja sama antara institusi pendidikan tinggi untuk pengembangan desa. Rencananya, akan ada 36 kampus yang akan digandeng sebagai bapak desa yang tugasnya mendampingi desa. 

"Pemprov akan lanjutkan kemitraan dengan perguruan tinggi untuk mendampingi, khususnya melalui KKN. Mohon doa dan support semoga sukses. Amin," pungkas Khofifah.