MALANGTIMES - Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, tidak hanya menggelar dan menampilkan berbagai inovasi berbasis teknologinya saja di expo pembangunan Kabupaten Malang 2019. Tapi juga melibatkan para pelajar SMP yang terpilih menjadi duta cilik anti narkoba.

Keberadaan duta cilik anti narkoba tersebut sebagai bagian dalam ikut serta membangun ketahanan dari sergapan bahaya narkoba yang kini menyasar para pelajar di berbagai sekolah. 

Berbagai informasi terkait narkoba, dari penyebab, dampak, jenis sampai pencegahan narkoba, meluncur fasih dari mulut para pelajar SMP kelas 7-9 yang terpilih jadi duta cilik anti narkoba di stand Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

Para pelajar SMPN Islam Ngebruk ini pun bercerita terkait kehadiran mereka menjadi duta cilik anti narkoba dan berkiprah di expo pembangunan Kabupaten Malang 2019.

"Awalnya kita tidak mengetahui banyak tentang narkoba. Tapi setelah mendapat bimbingan dan materi dari Polres Malang selama beberapa, jadi tahu banyak," kata Kogawa Putri Mega Prasetyo, salah satu duta cilik anti narkoba, pelajar kelas 8 SMPN Islam Ngebruk, Sumberpucung, Jumat (06/09/2019).

Kogawa melanjutkan, dirinya beserta rekan lainnya berjumlah 4 orang pun awalnya ditunjuk oleh gurunya untuk menjadi duta cilik anti narkoba. "Karena kami dianggap punya kepercayaan diri, pandai bicara dan ceria. Akhirnya kami dipilih dan dilanjutkan dibimbing oleh bapak ibu kepolisian," ujarnya kepada MalangTIMES.

Nazril Ilham Pramana, salah satu duta cilik anti narkoba juga bercerita, sebelumnya dia kerap melihat teman-teman sebayanya telah akrab dengan rokok. Dirinya, waktu itu tidak bisa berbuat apapun.

"Tapi setelah jadi duta seperti saat ini, nanti saya akan kasih tahu bahaya rokok yang bisa juga nanti akhirnya mengenal narkoba. Saya akan ingatkan kepada teman-teman saya itu," tegas Nazril yang diiyakan rekan-rekannya.

Disinggung perasaan para pelajar SMP ini berkiprah menjadi duta cilik anti narkoba yang tidak hanya teehenti nantinya saat expo pembangunan selesai. Mereka dengan kompak menjawab bangga atas ditunjuknya sebagai bagian dalam menyebarkan informasi bahaya narkoba di kalangan pelajar.

"Kami bangga tentunya. Semoga ilmu ini bisa kita bagikan kepada yang lainnya. Sehingga akan banyak pelajar seusia kami yang juga nanti ikut bersama-sama menyampaikan bahayanya narkoba," ujar Nazwa Dausi duta cilik anti narkoba yang masih duduk di bangku kelas 7 ini.

Nazwa juga berharap bahwa keberadaan mereka yang didukung penuh oleh pihak sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Polres Malang dan tentunya keluarga, bisa berguna bagi orang banyak. "Khususnya yang seusia dengan kami," ungkapnya.

Di kesempatan sama, Bripda Intan Sari yang keseharian bertugas di unit identifikasi SatReskrim Polres Malang, menyampaikan, bahwa pencegahan dan penanggulangan narkoba yang telah menjadi musuh bersama bangsa dan negara ini patut untuk terus dibendung.

Di kalangan pelajar lah, ucap Intan, seluruh pemangku kepentingan menguatkan pencegahan atau deteksi dini narkoba. "Salah satunya dengan adanya duta cilik anti narkoba yang merupakan kerjasama Polres Malang dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang," ucapnya.

Lewat para pelajar inilah Polres Malang memberikan bekal materi terkait narkoba. Dengan harapan mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman melakukan sosialisasi narkoba kepada teman-teman sebayanya yang telah menjadi target para bandar narkoba.

"Ini yang kita harapkan pada duta cilik anti narkoba. Dimana kalau mereka sendiri yang menyampaikan itu akan lebih masuk, karena seumuran," ujar Intan yang juga menjelaskan, kerjasama itu akan dikembangkan nantinya secara kontinyu.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Rachmat Hardijono, mendukung penuh adanya program pelajar dengan Polres Malang dalam gerakan anti narkoba.

"Kita mendukung penuh adanya kerjasama ini. Semoga ke depan akan terus berlanjut. Karena masalah narkoba juga bagian dari kami untuk memeranginya," ucap Rachmat.

Rachmat juga menyampaikan, tugas para duta cilik anti narkoba di stand Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, sampai tanggal 8 September 2019 datang adalah mengerahkan teman-teman satu sekolah mereka untuk berkunjung ke stan dan menginformasikan bahaya narkoba ke para pengunjung yang datang.